Mengakhiri perdagangan forex akhir pekan lalu, dollar AS menguat terhadap beberapa rivalnya di kawasan Eropa namun terpukul kuat oleh aset save haven oleh keraguan pasar akan reformasi pajak dan percepatan belanja dalam pemerintahan Presiden Donald Trump. Aset safe haven dalam pasar forex yaitu kurs yen Jepang berhasil menekan dollar AS hingga ke posisi terendah lebih dari 2 pekan.

Sentimen diatas juga membuat pasar skeptis akan rencana Fed untuk menaikkan suku bunganya yang direncanakan 3 kali tahun 2017. Sebelumnya Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin diwawancarai salah satu media setempat dan menyatakan peningkatan dollar AS menunjukkan kepercayaaan pada ekonomi AS. Dan untuk kebijakan reformasi pajak akan dikeluarkan sebelum bulan Agustus dengan tidak memberikan rincian mengenai kebijakan tersebut.

Terhadap rival utama lainnya, dollar AS berhasil menekan euro, poundsterling, swissfranc untuk hari kedua berturut oleh lemahnya fundamental penguat rivallnya tersebut. Seperti permasalahan politik Perancis yang menekan mata uang Eropa serta anjloknya harga minyak mentah menekan kurs komoditas. Tekanan dari dollar AS pekan lalu cukup panjang hingga 3 hari berturut.

Indeks dollar yang menunjukkan kekuatan dollar AS terhadap banyak rival utamanya di akhir perdagangan forex pekan lalu bullish di 101.14 dan sempat mencapai posisi tertinggi di 101.14 dan posisi terendah di 101.04. Secara mingguan dollar AS berhasil mencetak penguatan setelah pekan sebelumnya anjlok tipis.sumber vibiznews.