Kenaikan Dollar AS pekan lalu hanya bersifat sementara, kenaikan suku bunga tidak banyak mempengaruhi sentimen pasar, meski aliran komentar hawkish bertubi keluar dari para pejabat bank sentral. Pasar underwhelmed atas hasil pertemuan FOMC bulan Februari, kehati hatian otoritas dan sedikitnya info soal kebijakan fiskal yang benar-benar membuat Dollar AS “melempem” pergerakannya pekan lalu.

Menteri Keuangan baru Steven Mnuchin mengatakan, “dampak dari program ekonomi pemerintahan mungkin belum terlihat tahun ini”. Yang para pelaku pasar menyebut “perdagangan Trump”, sebuah teori yang memiliki sikap fiskal yang lebih ekspansif yang nantinya dapat meningkatkan inflasi sehingga akan memaksa The Fed meneruskan siklus pengetatannya.

Pekan ini pasar akan lebih sibuk, mereka menunggu sikap The Fed apakah akan melanjutkan atau malah menarik program stimulusnya, kenaikan suku bunga di bulan Maret akan tampak lebih memungkinkan. Selsain itu untuk data ekonomi, revisi dari angka PDB kuartal keempat diproyeksikan naik, tingkat pertumbuhan tahunan menjadi 2,1 persen yang sebelumnya 1,8 persen.

Data dan fundamental di atas sepertinya mendukung penguatan Dollar AS, tapi dengan melihat apa yang terjadi di pekan lalu, apakah akan kembali sentimen positif itu dirusak oleh pertimbangan fiskal? Dan semua itu akan terjawab di hari Rabu nanti dimana Presiden Trump akan bertemu dengan kongres.

By |2017-02-27T17:38:41+00:00February 27th, 2017|Analisa|0 Comments

Leave A Comment