Pelemahan bursa saham Jepang berlanjut pada perdagangan pagi ini, Senin (27/2/2017), tertekan oleh penguatan nilai tukar yen menjelang pidato Presiden AS Donald Trump.

Indeks Topix hari ini dibuka turun 0,80% atau 12,39 poin di level 1.537,75 dan melorot 1,27% atau 19,69 poin ke 1.530,45 pada pukul 09.13 WIB.

Pada saat yang sama, indeks Nikkei 225 merosot 1,23% atau 238,11 poin ke level 19.045,43 setelah dibuka turun 0,79% atau 153,03 poin di level 19.130,51.

Sebanyak 13 saham menguat, 209 saham melemah, dan 3 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei.

Saham SoftBank Group Corp. yang drop 2,35% menjadi penekan utama terhadap pelemahan Nikkei pada perdagangan pagi ini, diikuti oleh FANUC Corp. yang melemah 1,56%, Shin-Etsu Chemical Co. Ltd. yang anjlok 2,43%, dan Fast Retailing Co. Ltd. yang turun 0,54%.

Sementara itu, nilai tukar yen terpantau menguat tipis 0,01% atau 0,01 poin ke 112,13 per dolar AS pada pukul 09.33 WIB setelah ditutup dengan penguatan 0,42% atau 0,47 poin di posisi 112,14 pada perdagangan Jumat.

Nilai tukar mata uang yen telah menguat sekitar 1,4% selama empat sesi perdagangan terakhir.

Seperti dilansir Bloomberg hari ini, para investor di bursa saham Jepang memilih menghindari risiko menjelang pidato Trump esok hari yang dapat memberi petunjuk atas rencana pemotongan pajaknya.

“Para investor saat ini khawatir bahwa rencana pajak fenomenal Trump tidak akan menjadi sesuatu yang memenuhi ekspektasi pasar. Ada sentimen kegelisahan seputar kemungkinan bahwa kebijakan budget fiskal Trump tidak sesuai harapan,” ujar Shinichi Yamamoto, senior strategist Okasan Securities Co.bisnis.com

By |2017-02-27T10:39:13+00:00February 27th, 2017|Laporan Pasar|0 Comments

Leave A Comment