Strategydesk – Dollar menyentuh level tertinggi dalam tujuh minggu karena pertanda the Fed mempertimbangkan menaikkan suku bunganya lagi bulan ini.
Gubernur the Fed Lael Brainard mengatakan membaiknya ekonomi global dan AS berarti menjadi momen yang tepat untuk menaikkan suku bunga. Pernyataan itu menyusul dua pejabat the Fed lainnya yang juga berkomentar hawkish. Presiden the Fed distrik New York William Dudley mengatakan alasan untuk menaikkan suku bunga semakin kuat. Presiden distrik San Fransisco John Williams mengatakan kenaikan suku bunga perlu dipertimbangkan di tengah kenaikan inflasi.
Menurut analis, semakin besar kemungkinan the Fed menaikkan suku bunganya dalam rapat bulan ini. Fed fund futures menempatkan probabilitas 66% terjadi kenaikan dalam rapat 14-15 Maret nanti, menurut CME Group. Pasar kini menunggu pidato dari sang ketua Janet Yellen dan wakilnya Stanley Fischer Jumat nanti.
Turut mengangkat dollar, indeks manufaktur ISM naik ke 57,7 di Februari dari 56,0 di Januari., mengindikasikan solidnya sektor manufaktur AS. Indeks dollar menguat 0,2% ke 101,91 setelah naik 0,4% kemarin. Bila ditutup di atas 102, bisa menjadi bullish continuation dengan target 102,10-102,30. Terhadap yen, dollar menguat 0,1% ke 114 setelah menanjak 0,4% kemarin.

EURUSD

EURUSD 2 Mar

USDJPY

USDJPY 2 Mar

GBPUSD

GBPUSD 2 Mar

USDCHF

USDCHF 2 Mar

AUDUSD

AUDUSD 2 Mar

By |2018-07-21T22:02:57+00:00March 2nd, 2017|Analisa|0 Comments

Leave A Comment