Strategydesk – Saham Asia bergerak variatif hari ini menyusul pelemahan Wall Street di tengah ekspektasi the Fed akan menaikkan suku bunganya dalam waktu dekat.
Tiga indeks utama AS ditutup negatif dini hari ini karena isu kenaikan suku bunga the Fed dan geopolitik. Peluncuran rudal balistik oleh Korea UItara ke perairan Jepang tak luput dari perhatian investor AS. Kedua isu menjadi momen bagi investor untuk menyesuaikan posisi setelah ketiga indeks AS mencetak rekor beberapa kali tahun ini.
Fed fund futures menempatkan probabilitas 86% terjadi kenaikan suku bunga dalam rapat bulan ini, naik dari 60% beberapa hari sebelumnya, ,menurut hasil survey CME Group. Data semalam menunjukkan factory orders AS naik 1,2% selama Januari dan durable goods orders tumbuh 2%. Data bagus mendukung prospek kenaikan suku bunga.
Fokus utama pasar minggu ini adalah data ketenagakerjaan AS, yang akan diumumkan Jumat. Pertumbuhan lapangan kerja menjadi indikator penentu arah kebijakan the Fed. Angka yang besar dapat semakin mendukung prospek kenaikan suku bunga. The Fed akan menggelar rapatnya pada 14-15 Maret nanti.

Nikkei
Indeks Nikkei diperdagangkan hampir flat hari ini, belum menunjukkan banyak pergerakan di saat investor menunggu katalis baru. Isu rudal Korut masih membuat investor enggan bertransaksi. Ditambah lagi dengan Dollar/yen yang juga tertahan. Bila isu rudal mereda dan yen kembali melemah, indek bisa rebound.
Support : 19290, 19250, 19200
Resistance : 19400, 19450, 19500

Kospi
Indeks Kospi naik tipis hari ini didukung oleh penguatan saham kimia dan pengembang kapal, yang menutup kejatuhan sektor teknologi dan otomotif. Investor tetap mengamati perkembangan rudal Korut.
Support : 270.00, 269.50, 269.00
Resistance : 272.20, 272.50, 273.00

Hang Seng
Indeks Hang Seng tetap melaju hari ini meski terjadi koreksi pada Wall Street. Sentimen pasar terangkart oleh rencana ekonomi pemerintah China untuk 2017. China mengumumkan target PDB 6,5% untuk tahun ini, meski lebih rendah dari tahun lalu, investor tetap menyambut baik.
Support : 23500, 23430, 23350
Resistance : 23750, 23820, 23900

Emas
Emas terkoreksi lagi kemarin, tertekan oleh prospek kenaikan suku bunga the Fed. Tapi ketidakpastian terkait isu geopolitik membatasi kejatuhan.
Tingginya ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed, yang didukung oleh pernyataan hawkish para pejabatnya, memnbuat investor melepas emas. Tapi isu rudal Korut dan ketidakpastian politik di Perancis masih membantu posisi emas sebagai safe haven.
Tapi, emas memang sedang dalam fase koreksi setelah menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan. Dalam jangka pendek, emas akan dibayangi oleh isu suku bunga the Fed dan geopolitik.
Support : 1222, 1218, 1214
Resistance : 1230, 1234, 1238