Strategydesk – Saham Asia bergerak  variatif hari ini meski Wall Street flat, berhasil menanjak didukung oleh faktor internal. Fokus kini tertuju ke data ketenagakerjaan AS.
Tiga indeks utama AS ditutup flat dini hari ini di saat investor menantikan data payroll. Pada dasarnya, saham AS sudah mencapai valuasi yang tinggi, mengingat ketiga indeksnya sudah mencetak rekor beberapa kali. Price-to-earnings ratio indeks S&P 500 sudah mencapai 24,9, sangat tinggi dibandingkan rata-rata 16,8.
Fokus utama pasar minggu ini adalah data ketenagakerjaan AS, yang akan diumumkan Jumat. Pertumbuhan lapangan kerja menjadi indikator penentu arah kebijakan the Fed. Angka yang besar dapat semakin mendukung prospek kenaikan suku bunga. The Fed akan menggelar rapatnya pada 14-15 Maret nanti.
Nikkei
Indeks Nikkei menguat tajam hari ini, didukung oleh pelemahan yen yang mengangkat saham eksportir. Yen yang jatuh ke level terendah dalam 1,5 bulan mendongkrak saham unggulan, seperti Sony yang reli 3%. Sektor otomotif juga mendapat berkah pelemahan yen, dengan Toyota menguat 1%. Selain itu, sektor keuangan juga menanjak.
Support : 19290, 19250, 19200
Resistance : 19500, 19530, 19570
Kospi
Indeks Kospi menguat hari ini di saat gejolak politik dalam negeri mereda setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan Presiden Park Geun-hy dimakzulkan. Samsung Electronics melemah 0,25% tapi Hyundai Motor menguat 0,34%.
Support : 270.50, 270.00, 269.50
Resistance : 273.40, 273.80, 274.20
Hang Seng
Indeks Hang Seng terpantau melemah hari ini, melanjutkan koreksi kemarin. Indeks sempat dibuka menguat namun gagal mempertahankan lajunya. Indeks sedang menuju koreksi mingguan kedua kalinya, setelah menyentuh level tertinggi dalam lima bulan pada Februari.
Support :23350, 23280, 23200
Resistance :23600, 23670, 23750

Emas
Emas menyentuh level terendah dalam 1,5 bulan di saat pasar menunggu data ketenagakerjaan AS, yang menjadi indikator arah kebijakan the Fed.
Para pejabat the Fed sudah mengindikasikan bahwa mereka siap menaikkan suku bunga dalam rapat mendatang. Laporan payroll yang memuaskan dapat menambah alasan bagi the Fed untuk melakukan hal itu dan bahwa ekonomi mampu menerima kenaikan rate.
Sejak akhir Februari, emas memasuki fase koreksi akibat prosoek kenaikan suku bunga the Fed. Namun harga mampu bertahan di tengah isu geopolitik, yang menjaga pamornya sebagai safe haven. Di saat investor mewaspadai ketidakpastian politik di Perancis, muncul ketegangan di Asia, di mana Korut meluncurkan rudal balistik.
Support : 1195, 1190, 1187
Resistance : 1203, 1207, 1210