Bursa Asia diperdagangkan sideways pada Selasa, menyusul ragam hasil di Wall Street sebagai reaksi awal dari pertemuan hari pertama Federal Reserve (dewan bank sentral Amerika Serikat).

Di Jepang, Nikkei 225 merosot 0,15 persen.

Toshiba jatuh 6,1 persen pada waktu 9:40 HK / SIN setelah perusahaan mengumumkan akan menunda pengajuan laba lagi karena kebutuhan untuk lebih banyak waktu dengan auditor untuk meninjau penyelidikan anak nuklirnya di AS. Konglomerat Jepang akan mengadakan konferensi pers kemudian di waktu 3:00 HK / SIN.

Bursa Australia ASX 200 goyah untuk sebagian besar sektor di pagi ini, naik 0,08 persen, didukung oleh kekuatan di sub-indeks energi, yang naik 1,21 persen, dan bahan sub-indeks, yang naik 0,99 persen.

Bursa Kospi di Korea Selatan naik 0,41 persen, bahkan ketika negara tetap diliputi ketidakpastian politik setelah impeachment Presiden Park Geun-hye Jumat lalu.

Hyundai Engineering menandatangani kesepakatan dengan dana investasi Iran pada hari Minggu untuk proyek petrokimia € 3.2 miliar ($ 3.2 miliar), yang sedang menunggu pembiayaan oleh bank-bank Korea. Saham Hyundai Engineering naik 0,52 persen.

Bursa China Shanghai komposit menambahkan 0,11 persen sedangkan komposit Shenzhen naik 0,15 persen.

Goldman Sachs mengupgrade saham China menjadi “overweight”, Senin, mengatakan bahwa peningkatan indeks harga produsen akan mewakili peluang pendapatan perusahaan yang lebih baik dan mengurangi stres kredit jangka pendek. Bank investasi juga menambahkan bahwa bank-bank China memiliki outlook kredit  lebih cerah dan harga pinjaman.

Sedagnkan di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 0,32 persen.

Pedagang cenderung fokus pada keputusan mendatang Komite Pasar Terbuka Federal apakah akan menaikkan suku bunga acuan bank sentral, seraya mencari petunjuk tentang seberapa cepat bank sentral AS berencana untuk mengetatkan kebijakan moneter.