Strategydesk – Dollar stabil hari ini setelah rebound kemarin berkat kenaikan yield obligasi AS tapi pergerakan tipis menjelang rapat FOMC, yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga.
Yield obligasi tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi dalam dua tahun di tengah harapan the Fed akan menaikkan suku bunganya. Yield mencapai 2,609%, tertinggi sejak September 2014. Imbal hasil Treasury terus menanjak sejak pertengahan tahun lalu, selain karena proses normalisasi kebijakan the Fed, juga terdorong oleh harapan kebijakan pro pertumbuhan pemerintahan Trump. Kenaikan yield ini membantu dollar yang sempat terkoreksi karena profit taking.
Tapi lajunya terhambat menjelang rapat the Fed. Dengan kenaikan suku bunga hampir dipastikan, fokus tertuju ke pernyataan resmi dan proyeksi terbarunya. Pasar akan berfokus pada pembaruan “dot plot” atau proyeksi pergerakan suku bunga ke depan. Pasar memperkirakan tiga kali kenaikan untuk tahun ini dan data payroll menjaga ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan di Juni, setelah kenaikan bulan ini.
Indeks dollar bertengger di 101,40 setelah naik 0,1% kemarin. Penutupan di atas 101,50 menjaga asa untuk kembali ke 102. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 114,81 yang berarti belum banyak bergerak dari kemarin. Atas franc, dollar berada di 1,0077 setelah melemah 0,3% kemarin.
Sementara itu, euro terkoreksi setelah dua pejabat ECB menyampaikan pernyatana yang dovish. Anggota Dewan Jan Smets mengatakan rapat minggu lalu bukanlah sinyal perubahan kebijakan. Anggota lainnya Villeroy del Galhau mengatakan kenaikan inflasi di zona euro terlalu dibesar-besarkan. Pergerakan euro minggu ini akan dipengaruhi oleh pemilu Belanda. Euro diperdagangkan di $1,0652 setelah melemah 0,2% kemarin.

EURUSD

EURUSD 14 Mar

USDJPY

USDJPY 14 Mar

GBPUSD

GBPUSD 14 Mar

USDCHF

USDCHF 14 Mar

AUDUSD

AUDUSD 14 Mar

 

By |2018-07-21T22:02:56+00:00March 14th, 2017|Analisa|0 Comments

Leave A Comment