Strategydesk – Meski sempat melemah di awal perdagangan, rupiah berhasil memperkecil penurunan berkat data perdagangan RI. Pelaku pasar kini menunggu hasil rapat the Fed dan BI.

rupiahData hari ini menunjukkan neraca perdagangan Indonesia surplus $1,31 miliar selama Februari, dengan ekspor tumbuh 11,16% dan impor naik 10,61%. Nilai ekspor selama bulan tersebut mencapai $12,57 miliar, sedangkan impor mencapai $11,26 miliar. Selama dua bulan pertama 2017, surplus perdagangan mencapai $275 miliar.

The Fed akan mengumumkan keputusan Kamis dini hari, diperkirakan menaikkan rate sebesar 25 bps ke 1%. Pasar akan berfokus pada pembaruan “dot plot” atau proyeksi pergerakan suku bunga ke depan. Pasar memperkirakan tiga kali kenaikan untuk tahun ini dan data payroll yang bagus menjaga ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan di Juni, setelah kenaikan bulan ini.

Sementara itu, BI juga akan mengumumkan keputusan Kamis sore, diperkirakan tidak akan perubahan kebijakan. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah flat di Rp13.364 per dollar, setelah sempat melemah sampai Rp13.379. Untuk besok, rupiah diperkirakan bergerak dalam range Rp13.340-13380.