Strategydesk – Minyak mencoba melanjutkan kenaikannya hari ini menyusul data yang menunjukkan cadangan minyak AS turun. Selain itu, kejatuhan dollar turut memberi dorongan.

Oil 3Energy Information Administration (EIA) semalam melaporkan cadangan minyak AS turun 237.000 barel minggu lalu, melegakan pasar karena diprediksikan bertambah 3 juta barel. Cadangan bensin berkurang 3 juta barel, lebih besar dari prediksi 2 juta barel. Sedangkan stok distillate, yang mencakup heating oil, merosot 4,2 juta barel, lebih besar dari prediksi 1,5 juta barel.

Harga juga naik karena kejatuhan dollar yang terjadi setelah the Fed menyampaikan proyeksi kebijakan yang tidak seagresif perkiraan. The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 1%, sesuai prediksi. Tapi the Fed mengindikasikan proses normalisasi hanya dilakukan secara bertahap, memproyeksikan kenaikan dua kali lagi tahun ini dan tiga kali tahun depan.

Pada dasarnya, harga sedang menemukan momentum untuk bangkit setelah anjlok ke level terendah sejak Nopember. Namun, harga masih kesulitan menembus level $50, mengindikasikan masih adanya kerisauan di pasar. Salah satunya adalah tingginya tingkat produksi dan berlimpahnya pasokan di AS. Kenaikan harga membuat produsen shale di AS menggenjot produksi.

Pada jam 16:48 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman April naik 46 sen ke $49,86 per barel. Harga sempat jatuh sampai $47,62 Selasa lalu. Level $50 masih menjadi resistance, bila ditembus, harga akan mencoba ke $50,40-50,80.

By |2018-07-21T22:02:55+00:00March 16th, 2017|Laporan Pasar|0 Comments

Leave A Comment