Strategydesk – Dollar jatuh ke level terendah dalam sebulan, masih terkena dampak keputusan the Fed meski data ekonomi AS bagus. Sedangkan sterling reli setelah BOE membuka peluang kenaikan suku bunga.
Data semalam menunjukkan initial jobless claims turun 2000 menjadi 241.000 di minggu lalu. Departemen Perdagangan AS melaporkan housing starts naik 3,0% selama Januari, di atas prediksi 1,4%. Dalam sebulan terakhir, data ekonomi AS pada umumnya keluar bagus, mencerminkan solidnya ekonomi AS.
Tapi dollar masih merasakan efek the Fed, yang menyebutkan kenaikan tinggal dua kali lagi tahun ini. Analis mengatakan the Fed berusaha mengimbangi antara proses normalisasi kebijakan dan stabilitas nilai tukar. Kejatuhan dollar mencerminkan pelaku pasar kecewa dengan tidak adanya perubahan proyeksi kenaikan untuk tahun ini, yaitu tetap tiga kali. Proyeksi yang tersaji dalam dot plot ternyata tidak banyak berubah.
Meski demikian, pasar masih melihat dollar bullish, karena prospek AS masih lebih baik dibandingkan negara lain. Selain keunggulan kebijakan moneter, AS diharapkan dapat mengeluarkan kebijakan fiskal yang jitu. Pasar masih berharap pemerintahan Trump dapat semakin mendongkrak pertumbuhan lewat kebijakan fiskalnya. Stimulus fiskal diyakini dapat mendorong pertumbuhan dan inflasi.
Indeks dollar berada di 100,24 setelah turun 0,3% kemarin. Indeks sempat jatuh sampai 100,19 atau terendah dalam sebulan. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 113,32 dengan sempat jatuh sampai 113,16 kemarin, terendah sejak 1 Maret. Atas franc, dollar diperdagangkan di 0,9968 setelah jatuh 0,4% kemarin.
Sementara itu, sterling stabil hari ini setelah reli kemarin karena pernyataan BOE. Meski mempertahankan suku bunga di 0,25%. BOE memberi sinyal kenaikan mungkin tidak jauh. Sterling diperdagangkan di $1,2359 setelah menguat 0,4% kemarin. Sterling sedang menuju penguatan mingguan pertama dalam delapan minggu terakhir.

EURUSD

EURUSD 17 Mar

USDJPY

USDJPY 17 Mar

GBPUSD

GBPUSD 17 Mar

USDCHF

USDCHF 17 Mar

AUDUSD

AUDUSD 17 Mar