Strategydesk – Dollar masih mengalami tekanan sampai hari ini, merasakan dampak pernyataan the Fed mengenai arah kebijakan yang ternyata kurang agresif. The Fed kembali menjadi fokus minggu ini, di mana para pejabatnya akan berpidato termasuk sang ketua Janet Yellen.
Dollar masih tertekan setelah the Fed tidak punya rencana untuk mempercepat proses normalisasi kebijakan, Yellen menegaskan semua dijalankan secara bertahap. The Fed kemungkinan hanya akan menaikkan suku bunga dua kali lagi tahun ini. Proyeksi tersebut menyebabkan dollar jatuh ke level terendah dalam lima minggu.
Sembilan pejabat the Fed akan tampil minggu ini, termasuk Yellen. Kini dengan sudah diketahui berapa kali lagi kenaikan rate, pasar ingin mengetahui gambaran kapan itu dilakukan. Pasar memperkirakan kenaikan selanjutnya mungkin terjadi pada Juni. Selain Yellen, pejabat regional juga akan bermunculan seperti Chares Evans dan Robert Kaplan.
Indeks dollar turun 0,1% ke 100,14 semakin dekat dengan level psikologis 100. Penutupan di bawah 100, membuka jalan menuju 99,90-99,80. Terhadap yen, dollar melemah 0,1% ke 112,53 dengan sempat menyentuh 112,47 atau terendah sejak 28 Februari. Atas franc, dollar melemah 0,2% ke 0,9962 dengan sempat jatuh sampai 0,9943 akhir pekan lalu.
Sementara itu, euro mencatat kenaikan mingguan ketiga kali berturut-turut akhir pekan lalu. Hasil pemilu legislatif Belanda, yang dimenangkan partai Perdana Menteri Mark Rutte memberi kelegaan pada pasar. Fokus ini tertuju ke pemilu presiden Perancis, di mana akan digelar debat malam nanti. Euro menguat 0,2% ke $1,0764.

EURUSD

EURUSD 20 Mar

USDJPY

USDJPY 20 Mar

GBPUSD

GBPUSD 20 Mar

 

USDCHF

USDCHF 20 Mar

AUDUSD

AUDUSD 20 Mar

 

By |2018-07-21T22:02:55+00:00March 20th, 2017|Analisa|0 Comments

Leave A Comment