Strategydesk – Dollar stabil hari ini, bergerak dalam range sama dalam tiga sesi terakhir setelah mengalami kejatuhan minggu lalu. Meredanya tekanan pada dollar bisa menjadi peluang untuk rebound, namun pasar belum menemukan alasan yang tepat.
Dollar sempat mengalami tekanan karena the Fed dianggap kurang agresif dalam menormalisasi kebijakannya. The Fed hanya akan menaikkan suku bunga dua kali lagi tahun ini. Dollar juga tertekan karena tidak adanya pernyataan terkait proteksionisme dalam pertemuan G20 akhir pekan lalu. Tekanan juga datang dari penurunan yield obligasi AS.
Presiden the Fed distrik Chicago Charles Evans mengatakan pihaknya mungkin menunggu sampai Juni untuk memutuskan kenaikan suku bunga lanjutan. Namun ia menegaskan proyeksi kenaikan dua kali lagi tahun ini. Menurutnya, kenaikan lebih dari itu hanya bisa terjadi bila inflasi naik lebih tajam dari perkiraan.
Para pejabat the Fed yang akan berpidato hari ini antara lain William Dudley, Eric Rosengren, Esther George dan Loretta Mester. Sedangkan sang ketua Janet Yellen, akan berpidato pada Kamis. Pasar ingin mencari tahu kapan kenaikan suku bunga selanjutnya bisa dilakukan. Sebagian besar memperkirakan kenaikan terjadi lagi pada pertengahan tahun ini.
Setelah terkoreksi tajam minggu lalu, dollar mulai tertahan minggu ini. peluang rebound terbuka di saat laju major currencies lainya mulai mengendur. Indeks dollar turun 0,1% ke 100,20 masih bertahan di level psikologis 100. Tapi penutupan di bawah level tersebut, indeks terancam ke 99,80-99,60. Terhadap yen, dollar menguat 0,1% ke 112,73.
Sementara itu, sterling terkoreksi kemarin setelah pemerintah Inggris mengumumkan waktu mengajukan Artikel 50, yaitu pada 29 Maret. Untuk hari ini adalah data inflasi Inggris, yang akan mempengaruhi prospek kebijakan BOE. Sterling diperdagangkan di $1,2358 setelah melemah 0,3% kemarin.

EURUSD

EURUSD 21 Mar

USDJPY

USDJPY 21 Mar

GBPUSD

GBPUSD 21 Mar

USDCHF

USDCHF 21 Mar

AUDUSD

AUDUSD 21 Mar