Strategydesk – Dollar mencoba bertahan hari ini setelah jatuh ke level terendah dalam 1,5 bulan karena munculnya keraguan mengenai implementasi kebijakan pemerintahan Trump.
Dollar, yang minggu lalu jatuh karena proyeksi kebijakan the Fed yang kurang agresif, mendapat tekanan tambahan awal minggu ini karena adanya keraguan di pasar Presiden Trump dapat segera melaksanakan kebijakan pro pertumbuhannya. Presiden Trump berjuang mendapatkan dukungan dari Republik untuk mencabut Obamacare dan menggantinya dengan sistem baru.
Terganjalnya RUU kesehatan yang diajukan Presiden Trump di Kongres itu menimbulkan keraguan mengenai agenda pemerintahan Trump lainnya seperti pemotongan pajak dan stimulus fiskal. Pasalnya, rencana stimulus dan insentif pajak itu tetap harus membutuhkan persetujuan Kongres. Pasar menunggu hasil voting RUU kesehatan itu dan bila Trump gagal menggolkan RUU itu, bisa menimbulkan risiko kebijakan fiskalnya semakin tertunda.
Pasar juga menunggu pidato Ketua the Fed Janet Yellen, yang diharapkan dapat memberi petunjuk mengenai kapan waktu kenaikan suku bunga selanjutnya. Minggu lalu, setelah menaikkan suku bunga, Yellen mengatakan performa ekonomi AS semakin baik.
Indeks dollar bertengger di 99,74 setelah jatuh sampai 99,54 atau terendah sejak 3 Februari. Level 100 masih menjadi resistance, penembusan level itu membuka jalan untuk rebound. Terhadap yen, dollar menguat 0,1% ke 111,32 setelah jatuh sampai 110,72, terendah dalam empat bulan.
EURUSD

EURUSD 23 Mar

USDJPY

USDJPY 23 Mar

GBPUSD

GBPUSD 23 Mar

USDCHF

USDCHF 23 Mar

AUDUSD

AUDUSD 23 Mar

 

By |2018-07-21T22:02:54+00:00March 23rd, 2017|Analisa|0 Comments

Leave A Comment