Mengakhiri perdagangan forex pekan lalu, dollar AS anjlok cukup signifikan dengan posisi hijau hanya 2 hari perdagangan yaitu awal pekan dan hari keempat. Selebihnya alami perdagangan buruk imbas kebijakan suku bunga Fed yang disampaikan pekan sebelumnya. Dan masuki perdagangan pekan ini (27/3), dollar AS anjlok ke posisi terburuk dalam 9 minggu terhadap banyak rival utamanya, dan yang paling parah terhadap yen Jepang ke posisi terendah hampir 20 minggu.

Bertambah parahnya performa dollar AS awal pekan ini dipicu oleh penolakan parlemen terhadap UU healthcare Presiden Donald Trump menggantikan Obamacare atau program healthcare Presiden Obama pekan lalu. Penolakan parlemen yang didominasi oleh partai pengusung Trump tersebut merupakan pukulan bagi pemerintahan AS yang terbaru untuk menjalankan kebijakan-kebijakan lainnya.

Sebelumnya dollar AS sudah terpukul oleh kebijakan suku bunga Fed yang tidak memberikan gambaran jelas untuk kenaikan suku bunga berikutnya, sekalipun bank sentral Amerika tersebut baru saja menaikkan suku bunganya dengan level rendah. Kedua sentimen inilah yang memperburuk perdagangan dollar AS.

Indeks dollar yang menunjukkan kekuatan dollar AS terhadap banyak rival utamanya di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (27/3) anjlok ke 99.36 setelah perdagangan akhir pekan lalu ditutup anjlok di posisi 99.71.
sumber : vibiznews

By |2017-03-27T09:46:51+00:00March 27th, 2017|Bisnis & Ekonomi|0 Comments

Leave A Comment