Indeks Dollar AS, turun ke level terendah sejak November 2016 sampai, yang terakhir adanya  berita bahwa RUU kesehatan pemerintahan Trump ditarik setelah parlemen menolaknya, yang dilanjutkan dengan situasi pasar yang makin ragu akan kemampuan pemerintah untuk bekerja sama dengan para  legislatif dalam menekan inflasi, yang  berarti The Fed akan  mempertimbangkan kembali untuk menaikkan suku bunga  lebih lanjut.

DXY (indeks USD)  pecah di bawah area 99,23 ke 98,86, yang banyak analis memperkirakan adanya  rebound di pekan ini yang tidak menutup kemungkinan akan berlanjut di pekan berikutnya. Rebound tersebut merupakan antisipasi akan pelemahan lanjutan dari USD, bila dukungan fundamentalnya makin melemah, yang apabila hal itu terjadi pola pelemahan DXY bisa berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.

Resistance ada di area 101,01, yang terjadi pada 13 Maret lalu yang menjadi area level  61,8% retracement. Pergerakan flat di kisaran area 101,01 akan menunjukkan adanya tumpang tindih dari downtrend sebelumnya yang bisa berarti akan diikuti pelemahan EUR. Namun, apabila gagal  melampaui area 101,01 bisa berarti akan berbalik meski masih  terbatas, dan konsolidasi harga sebelum kembali jatuh merupakan skenario kerugian yang akan disukai oleh pasar.