Strategdesk – Dollar melanjutkan rebound-nya dan sedang menuju penguatan mingguan pertama dalam empat pekan berkat data PDB AS. Namun laju dollar masih dibayangi oleh ketidakpastian arah kebijakan fiskal pemerintahan Trump.
Data semalam menunjukkan PDB AS tumbuh 2,0% selama kuartal keempat, direvisi naik dari sebelumnya 1,9%. Revisi ini terjadi berkat pembelanjaan konsumen. Selama periode itu, pembelanjaan konsumen AS naik 3,5%. Fokus selanjutnya adalah data consumer spending dan income yang akan diumumkan malam nanti.
Data PDB tersebut membuat investor membeli dollar dan menjual euro. Menurut analis, sebagian besar pelaku pasar berpandangan dollar sudah jatuh tajam dan menunggu rebound. Namun, dollar masih dibayangi oleh ketidakpastian arah kebijakan fiskal Trump. Kandasnya RUU kesehatan membuat banyak kalangan ragu Presiden Trump mampu akan mengggolkan perubahan kebijakan seperti pemotongan pajak, stimulus fiskal dan deregulasi.
Indeks dollar berada di 100,52 setelah naik 0,7% kemarin. Indeks sedang menuju penguatan mingguan pertamanya setelah jatuh selama tiga minggu sebelumnya. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 111,83 setelah menguat 0,6% kemarin.
Sementara itu, euro jatuh untuk tiga sesi berturut-turut karena laporan para pejabat ECB berpikir pasar misinterpretasi pernyataannya dalam rapat reguler terakhir. Mereka ingin meyakinkan pasar kembali bahwa stimulus tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Euro diperdagangkan di $1,0683 setelah jatuh 0,8% kemarin.

EURUSD

EURUSD 31 Mar

USDJPY

USDJPY 31 Mar

GBPUSD

GBPUSD 31 Mar

USDCHF

USDCHF 31 Mar

AUDUSD

AUDUSD 31 Mar