Strategydesk – Dollar konsolidasi dalam beberapa sesi terakhir menjelang data ketenagakerjaan AS dan pertemuan bilateral AS-China. Sebelum ke sana, pasar akan terfokus ke data lapangan kerja swasta dan aktivitas sektor jasa AS.
Data ADP Employment Change merupakan indikator lapangan kerja swasta, yang dianggap sebagai gambaran awal data payroll. Menurut konsensus, lapangan kerja swasta tumbuh 189.000 selama Maret, melambat dari Februari yang 298.000. Data lainnya yang juga dinanti pasar adalah ISM non manufaktur, indikator aktivitas sektor jasa. Proyeksinya, ISM jasa melambat ke 57 di Maret dari 57,6 di Februari.
Pasar mengantisipasi data payroll dan pertemuan AS-China. Data payroll menjadi indikator yang dapat memberi gambaran arah kebijakan the Fed. Di saat yang sama, pasar juga menantikan pertemuan Trump dan Jinping. Isu perdagangan dan geopolitik diperkirakan menjadi agenda utama. Trump kemungkinan juga mengangkat masalah nilai tukar.
Meski tersendat, dollar ternyata masih menjadi pilihan utama investor. Hasil survei terbaru menyebutkan banyak bank sentral yang masih optimis dengan prospek dollar. Menurut survei majalah Central Banking, 84% responden mengatakan dollar lebih menarik dibandingkan 12 bulan lalu. Alasan mereka ada dua, yaitu kebijakan moneter dan fiskal. Di saat the Fed menaikkan suku bunga, pemerintahan Trump berencana mengeluarkan stimulus fiskal dan deregulasi.
Indeks dollar berada di 100,51 masih bergerak di range 100,20-100,80 selama empat sesi terakhir. Bila level 100,80 ditembus, indeks berpeluang menuju 101,00-101,20. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 110,61 setelah jatuh sampai 110,26.

EURUSD

EURUSD 5 Apr

USDJPY

USDJPY 5 Apr

GBPUSD

GBPUSD 5 Apr

USDCHF

USDCHF 5 Apr

AUDUSD

AUDUSD 5 Apr