Strategydesk – Negara berkembang Asia sedang menuju pertumbuhan terendah dalam 16 tahun di 2017, di tengah penyesuaian ekonomi China dan dampak dari ketidakpastian kebijakan global.

ADBHal itu disampaikan oleh Bank Pembangunan Asia (ADB) dalam proyeksi terbarunya yang dipublikasikan hari ini. Lembaga yang bermarkas di Manila, Filipina itu memproyeksikan Developing Asia, yang mencakup 45 negara di kawasan Asia Pasifik, diperkirakan tumbuh 5,7% tahun ini. Angka tersebut merupakan yang terendah sejak 2001. Ironisnya, di tahun berikutnya PDB juga diproyeksikan tumbuh pada angka yang sama.

“Negara Asia berkembang masih mendorong ekonomi global meski kawasan sedang beradaptasi dengan perubahan ekonomi China yang lebih mengandalkan konsumsi dan risiko global lainnya, kata Yasuyuki Sawada, ekonom utama ADB dalam publikasi laporan terbaru itu. Menurutnya, ekonomi kawasan tersebut juga menghadapi risiko dari ketidakpastian arah kebijakan di negara maju, termasuk normalisasi kebijakan moneter the Fed.

China diperkirakan tumbuh 6,5% tahun ini, angka tersebut lebih baik dari proyeksi yang dibuat Desember 6,4% tapi lebih rendah dari capaian 2016 yang 6,7%. Pertumbuhan China diprediksikan semakin melambat pada 2018 menjadi 6,2%. ADB memangkas proyeksi PDB India untuk tahun ini menjadi 7,4% dari 7,8%. Untuk 2018, PDB India diperkirakan membaik ke 7,6%.

Namun di kawasan Asia Tenggara, ADB memperkirakan tren kenaikan, di mana tumbuh 4,8% tahun ini dan 5,0% tahun depan. Untuk Indonesia, lembaga tersebut memprediksikan ekonomi stabil. Untuk 2017, PDB diperkirakan tumbuh 5,1%, sejalan dengan target pemerintah. Di 2018, PDB bisa tumbuh 5,3%.