Strategydesk – Dollar melemah karena kekhawatiran mengenai geopolitik terkait Timur Tengah dan Korea Utara menekan yield obligasi AS. Dollar tetap tertekan meski Ketua the Fed Janet Yellen menyampaikan pernyataan yang positif.
China dan Korsel sepakat memberlakukan tambahan sanksi pada Korea Utara bila masih melakukan tes rudal jarak jauh berkemampuan nuklir. Kapal induk AS bergerak menuju semenanjung menyusul uji coba rudal oleh Korea Utara. Pejabat militer AS mengatakan pengerahan kapal induk ke wilayah itu sebagai langkah penting untuk menghadapi Korut yang sering melanggar resolusi PBB. AS.
suhu geopolitik di Timur Tengah juga semakin panas, menyusul serangan rudal AS ke Suriah. AS melakukan serangan ke Suriah dengan meluncurkan 59 rudal. Serangan itu ditujukan ke pangkalan militer Shayrat dengan dalih balasan atas serangan gas beracun yang disebut dilakukan oleh Suriah. Pemerintahan Assad membantah telah melakukan hal tersebut.
Ketua the Fed Janet Yellen mengatakan sangat mungkin menaikkan suku bunga secara bertahap bila ekonomi AS terus baik. Menurutnya, ekonomi AS sudah sehat. Ia juga mengatakan tugas the Fed sekarang bukan lagi mendorong ekonomi, tapi menjaganya. Menurut analis, kenaikan suku bunga dan pengurangan neraca the Fed menjadi faktor kunci dalam pengambilan posisi para pelaku pasar pada dollar.
Indeks dollar berada di 101,03 setelah turun 0,2% kemarin. Indeks ini masih bergerak dalam range 100,80-101,50. Terhadap yen, dollar melemah 0,2% ke 110.55 setelah gagal menembus 111,70.

EURUSD

EURUSD 11 Apr

USDJPY

USDJPY 11 Apr

GBPUSD

GBPUSD 11 Apr

USDCHF

USDCHF 11 Apr

AUDUSD

AUDUSD 11 Apr

 

By |2018-07-21T22:02:53+00:00April 11th, 2017|Analisa|0 Comments

Leave A Comment