Strategydesk – Dollar anjlok ke level terendah dalam lima bulan setelah Presiden Trump menambah kejatuhannya dengan mengatakan sudah terlalu kuat.
Dalam wawancara dengan WSJ, Trump mengatakan dollar sudah terlalu kuat dan menyukai kebijakan bunga rendah the Fed. Meski kadang dollar kuat itu bagus, namun ada kalanya justru berdampak pada daya saing. Menurutnya, sulit bersaing ketika dollar terlalu dan negara lain justru mendevaluasi mata uang mereka. Selain itu, ia juga mengatakan suka dengan kebijakan bunga rendah, tapi mengindikasikan tidak akan mengganti Yellen.
Pernyataan itu menjadi bukti mengenai sikap proteksionisme Trump. Ia pernah mengungkapkan hal yang sama soal dollar dua bulan lalu bahwa mata uang AS itu terlalu kuat dan mempengaruhi daya saing. Pernyataan Trump ini juga datang menjelang laporan per semester Departemen Keuangan mengenai mata uang besok.
Beberapa data terjadwal AS malam nanti antara lain, indeks sentimen konsumen versi University of Michigan dan initial jobless claims. Indeks dollar bertengger di 100,14 setelah jatuh 0,7% kemarin. Level 100 sepertinya masih menjadi support yang kuat, tapi kalau ditembus, indeks terancam kembali ke 99,80-99,70. Terhadap yen, dollar menguat 0,1% ke 109,18 tapi dengan sempat ke low di 108,71 atau terendah sejak Nopember.
Sementara itu, aussie reli berkat data ketenagakerjaan Australia dan data perdagangan China. Lapangan kerja tumbuh 61.000 selama Maret, di atas prediksi 20000. Impor China tumbuh 20,3% selama Maret. Aussie menguat 0,8% ke $0,7590 setelah menguat 0,3% kemarin. Penembusan level $0,7600 menjadi bullish continuation.

EURUSD

EURUSD 13 Apr

USDJPY

USDJPY 13 Apr

GBPUSD

GBPUSD 13 Apr

USDCHF

USDCHF 13 Apr

AUDUSD

AUDUSD 13 Apr