Strategydesk – Ekonomi China membaik di awal tahun, mencatat pertumbuhan terpesat dalam hampir dua tahun, didukung oleh infrastruktur, properti dan ekspor.

China-economyProduk Domestik Bruto (PDB) China tumbuh 6,9% selama periode Januari-Maret, lebih baik dari kuartal keempat tahun lalu 6,8%. Angka capaian terbaru itu juga merupakan yang terbaik sejak kuartal ketiga 2015. Para analis mengatakan pembelanjaan pemerintah dan booming properti yang didukung oleh kredit mudah merupakan faktor utama yang mendorong ekonomi.

Jubir Biro Statistik China Mao Shengyong mengatakan ekonomi China saat ini menunjukkan peningkatan pertumbuhan, stabilitas harga, peningkatan lapangan kerja dan perbaikan neraca pembayaran internasional. Target resmi pertumbuhan ekonomi China yang dicanangkan pemerintah untuk tahun ini adalah 6,5%.

Data lainnya yang juga diumumkan hari ini juga memperlihatkan kinerja yang gemilang. Selama kuartal pertama, investasi aset tetap seperti pabrik tumbuh 9,2%. Penjualan ritel tumbuh 10% selama Maret, di atas prediksi 9,6%. Output industri naik 7,6% di bulan yang sama, di atas prediksi 6,3% dan yang terbaik sejak akhir 2014.

Tapi banyak pengamat khawatir upaya Beijing mendorong pertumbuhan akan berdampak pada masa jabatan Xi. Kredit perbankan melonjajk, dengan utang tumbuh lebih dari dua kali lipat nilai ekonomi. IMF dan lembaga lainnya memperingatkan pemerintah China untuk fokus mengendalikan utang korporat yang tinggi.