Strategydesk – Euro terpantau menguat tipis hari ini namun rentan fluktuasi di saat pasar menantikan pemilu presiden Perancis akhir pekan ini, yang dianggap dapat mempengaruhi masa depan blok mata uang itu.
Pemilu Perancis putaran pertama akan digelar pada Minggu, diikuti oleh empat pasang kandidat. Calon favorit Emmanuel Macron masih memimpin polling sementara. Namun kandidat anti Eropa Marine Le Pen masih layak diperhitungkan. Hasil polling mengindikasikan pemilu bakal berlangsung ketat. Jutaan rakyat Perancis masih belum menentukan pilihan (undecided), hal ini membuat pemilu ini paling sulit diprediksi dalam sejarah.
Hasil yang mengejutkan dapat menggoyang pasar. Pasalnya, salah satu kandidatnya, Le Pen, berjanji akan keluar dari zona euro bila menang. Ia juga berikrar menggelar referendum seperti Inggris. Le Pen mengangap euro tidak bermanfaat untuk Perancis. Kemenangan Le Pen bisa berdampak buruk untuk euro karena dapat memberi efek bola salju. Banyak orang memandang tidak ada euro tanpa Perancis. Kalaupun nantinya ia mengurungkan niatnya keluar, kemenangannya tetap berpotensi menekan euro.
Euro terancam jatuh signifikan bila Le Pen memenangkan pemilu. Sebaliknya, euro punya ruang untuk menanjak bila yang menang adalah Macron. Kenaikan ke $1,10-1,12 bisa terlihat. Tapi reaksi pada putaran pertama dan kedua bisa berbeda, tergantung siapa yang masuk putaran kedua. Selama Macron punya peluang lebih besar mengalahkan Le Pen dibanding kandidat lainnya Fillon. Dalam perdagangan hari ini, euro menguat 0,1% ke $1,0720 setelah koreksi 0,2% kemarin. Euro mencatat penguatan tertajamnya dalam sebulan Selasa lalu.

EURUSD

EURUSD 20 Apr

USDJPY

USDJPY 20 Apr

GBPUSD

GBPUSD 20 Apr

USDCHF

USDCHF 20 Apr

AUDUSD

AUDUSD 20 Apr