Strategydesk Euro jatuh terhadap dollar dan yen setelah Presiden ECB Mario Draghi mengatakan pihaknya tidak membahas pencabutan kebijakan moneter longgar. Sedangkan dollar berhasil menguat meski data AS kurang bagus, fokus kini tertuju ke revisi angka PDB.
Euro sempat terangkat setelah ECB memangkas jumlah pembelian obligasi menjadi 60 miliar euro per bulan dari 80 miliar euro per bulan. Euro juga naik setelah Draghi mengatakan pemulihan ekonomi semakin solid dan risiko mereda. Namun ia melihat inflasi masih rendah dan adanya hambatan yang harus dihadapi ECB sebelum mulai memperketat kebijakan.
Menurut analis kejatuhan euro terjadi karena Draghi tidak se-hawkish yang diharapkan. Fokus pasar tertuju ke data inflasi zona euro, yang diperkirakan mengalami kenaikan. Inflasi diperkirakan naik ke 1,8% selam April dari 1,5% di Maret. Inflasi inti naik ke 1,0% dari 0,7%. Kenaikan inflasi bisa mengangkat kembali euro. Tapi patut diwaspadai adanya potensi euro untuk koreksi dulu setelah reli tajam minggu ini karena hasil pemilu presiden Perancis.
Euro diperdagangkan di $1,0867 setelah melemah 0,3% kemarin. Euro sempat menyentuh level tertinggi dalam lima bulan karena hasil pemilu Perancis. Terhadap yen, euro melemah 0,1% ke 120,96 setelah melemah 0,1% kemarin.
Sementara itu, dollar berhasil menguat meski data ekonomi AS keluar mengecewakan. Data seperti Durable Goods Orders di bawah prediksi, sedangkan pending home sales turun. Pasar menunggu revisi PDB AS kuartal pertama, yang kemungkinan direvisi turun menjadi 1,0% dari 2,1%. Indeks dollar bertengger di 99,15 setelah naik 0,2% kemarin.

EURUSD

EURUSD 28 Apr

USDJPY

USDJPY 28 Apr

GBPUSD

GBPUSD 28 Apr

USDCHF

USDCHF 28 Apr

AUDUSD

AUDUSD 28 Apr