Analisis kuantitatif dari Citi Research menunjukkan pasar bullish atau kenaikan pasar baik untuk saat ini, namun firma tersebut memperingatkan kliennya agar tetap waspada terhadap koreksi besar.

Berdasarkan seperangkat faktor kuantitatif, sulit untuk menyimpulkan bahwa sebuah kehancuran pasar sudah dekat, namun risikonya meningkat. Dari lima metrik yang telah kami gunakan, tidak ada yang sangat mengkhawatirkan atau menyarankan agar investor khawatir, Analis Citi Research Chris Montagu menulis dalam sebuah catatan kepada kliennya pada hari Rabu.

Ada sejumlah risiko eksogen (misalnya kenaikan imbal hasil) yang bersama dengan valuasi tinggi dan pasar yang bernilai tinggi, harus membuat investor waspada,” tambahnya.

Montagu menyebutkan bagaimana secara tradisional ketika reli pasar saham sudah kadaluarsa “lebih sedikit saham ikut serta dalam kekuatan.” Akibatnya, dia menganalisis luasnya arus pasar ekuitas dengan menggunakan analisis kuantitatif.

Analis tersebut menemukan bahwa jumlah saham AS yang mencapai level tertinggi baru saat ini berada pada tingkat rata-rata secara historis. Selain itu, sekitar 50 persen ekuitas mengalahkan indeks tolok ukurnya, yang juga berkisar pada level rata-rata berdasarkan sejarah.

Apalagi “volatilitas return saham tetap rendah hati dan tidak menyarankan penyempitan pasar,” tulisnya.

Tapi meski jumlah pasar tidak menunjukkan adanya masalah, analis mengatakan investor seharusnya tidak merasa puas.

Dia mengulangi penilaian mahal dan pengetatan kebijakan moneter akan menjadi simbol dari “penyebab keprihatinan.”

By |2018-07-21T22:02:47+00:00August 10th, 2017|Analisa|0 Comments

Leave A Comment