Dollar tergelincir atas major currencies menyusul ketidakpastian reformasi pajak AS akibat munculnya rancangan pajak versi Senat.
Senat semalam mengumumkan rancangan pajak yang berbeda dengan versi Kongres. Senat Republik mempertimbangan menunda pemotongan pajak korporat menjadi 20% dari 35% sampai 2019. Rancangan Senat juga berbeda dalam beberapa hal lain, seperti deduksi pajak lokal dan negara bagian, dan pajak warisan. Padahal wacana reformasi pajak ini menjadi salah satu faktor yang melambungkan dollar.
Dollar menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan berkat ekspektasi reformasi pajak yang dicanangkan pemerintahan Trump akan mendorong ekonomi dan suku bunga. Pemotongan pajak dianggap berpotensi menambah aliran dana ke AS, pasalnya banyak perusahaan AS yang menyimpan uang di luar negeri karena tingginya pajak.
Tanda-tanda penundaan pelaksanaaan pemotongan pajak atau terkatung-katungnya reformasi pajak berpotensi menekan dollar. Apalagi, posisi dollar yang sudah cukup tinggi. Situasi terkini menjadi momentum untuk penyesuaian posisi setelah menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan akhir Oktober lalu. Sepanjang dua minggu terakhir, dollar berkonsolidasi. Penyesuaian posisi mungkin harus dijalani dollar namun bukan berarti perubahan tren bakal terlihat.
Indeks dollar berada di 94,37 setelah turun 0,3% kemarin. Indeks tembus support 94,50 dan kini terancam menuju 94,00. Penutupan di bawah itu, menjadi pembuka indeks menuju 93,70-93,50. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 113,38 setelah melemah 0,3% kemarin. Penutupan di bawah 133.00 semakin membuka potensi bearish.

EURUSD

USDJPY

GBPUSD

USDCHF

AUDUSD

By |2018-07-21T22:02:43+00:00November 10th, 2017|Analisa|0 Comments

Leave A Comment