Dolar tergelincir di sesi Asia pada hari Jumat di tengah pergantian personel pemerintahan Presiden Amerika Serikat Trump di Gedung Putih, setelah Trump memecat H.R. McMaster sebagai penasihat keamanan nasionalnya pada hari Kamis. Mata uang Yen Jepang melonjak terhadap dolar karena meningkatnya risk aversion meski terjadi skandal politik di Jepang.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama turun 0,06% menjadi 90,09 pada 10:28 WIB.

Perkembangan situasi politik di Gedung Putih minggu ini telah mengirimkan gelombang kejut ke pasar dan investor mencari isyarat tentang apa yang akan dilakukan presiden selanjutnya. Pekan ini pasar melihat Trump memecat Sekretaris Negara Rex Tillerson dan ajudannya Steve Goldstein dan sekarang McMaster, menyusul penasehat ekonomi utama Gary Cohen minggu lalu.

Pemerintahan Trump siap untuk dihuni oleh pejabat berpandangan hawkish yang menggemakan proteksionisme Trump, menghidupkan kembali ketakutan pasar akan sebuah perang dagang global yang dinyalakan oleh rencana tarif serta didukung oleh Gedung Putih.

Dolar jatuh 0,33% terhadap yen di mana pasangan USD/JPY diperdagangkan di 105,99, menembus angka 106. Dalam menghadapi ketidakstabilan yang mencuat di arena politik AS, investor lebih menyukai yen Jepang yang anti-risiko dan bukan dolar, yang selanjutnya mendorong yen di sesi Asia.

Jepang juga melihat gejolak politik pekan ini, karena perdana menteri Shinzo Abe dilaporkan mengetahui dokumen-dokumen palsu sebelum diresmikan oleh media. Istri Abe dituduh menawarkan diskon penjualan tanah yang besar kepada seorang operator sekolah.

Pasangan AUD/USD melemah 0,10% diperdagangkan pada 0,7790 setelah dolar perlahan kembali pulih. Reserve Bank of Australia disebut akan menjaga suku bunga stabil hingga 2019.

Di tempat lain, People’s Bank of China (PBOC) mengumumkan tingkat koreksi yuan terhadap dolar di 6.3340 versus hari sebelumnya 6.3141. USD/CNY diperdagangkan pada 6.3314, naik 0,18%. Ketegangan perdagangan AS – China mulai meningkat setelah pengumuman tarif impor AS terhadap China. Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa perang dagang bukanlah kepentingan siapapun. Sementara itu, PBOC menyuntikkan dana sebesar 327 miliar yuan melalui Fasilitas Pinjaman Jangka Menengah satu tahun sebesar 3,25%.

sumber: investing.com

By |2018-07-21T22:02:40+00:00March 16th, 2018|Bisnis & Ekonomi|0 Comments

Leave A Comment