StrategyDesk (Selasa, 20 Maret 2018)
Facebook saat ini menjadi pusat perhatian para pelaku pasar. Perusahaan tersebut saat ini terjebak dalam masalah keamanan data pribadi para penggunanya.

Pada akhir minggu kemarin diberitakan bahwa Facebook telah mengakui adanya sebuah perusahaan terkait kampanye Presiden Donald Trump telah mengakses dan menyimpan data para pengguna Facebook.

Berita kontroversial tersebut muncul setelah media Inggris dan The New York Times sampaikan laporan yang menyebutkan bahwa perusahaan analisa data Cambridge Analytica mencoba mempengaruhi masyarakat Amerika untuk memilih dalam pemilu menggunakan informasi yang diperoleh dari jutaan profil Facebook.

Akibat dari keluarnya berita tersebut, pada hari Senin kemarin harga saham Facebook alami penurunan sebesar 7 persen, dan menjadi penurunan harian terbesar saham Facebook dalam empat tahun. Terkait kejadian penurunan tersebut, hingga saat ini investor belum peroleh pernyataan apapun baik dari CEO Mark Zuckerberg maupun COO Sheryl Sandberg.

Walaupun telah alami penurunan yang signifikan pada Senin kemarin, Facebook masih tetap menjadi salah satu perusahaan Amerika dengan valuasi tinggi dengan kapitalisasi pasar senilai kurang lebih $500 milliar. Valuasi perusahaan ini dapat disejajarkan dengan perusahaan-perusahaan papan atas Amerika lainnya seperti Apple (AAPL), perusahaan induk Google Alphabet (GOOGL), Amazon (AMZN), Microsoft (MSFT) dan Berkshire Hathaway (BRKA).

Harga saham Facebook kemungkinan besar untuk hari Selasa (3/20/2018) masih cenderung untuk alami penurunan.

Berita lainnya datang dari luar Amerika. Pangeran Saudi Alwaleed bin Talal lakukan wawancara untuk pertama kalinya sejak ia ditangkap akibat skandal anti-korupsi.

Pangeran Alwaleed telah menghabiskan waktu penahannya di Ritz-Carlton Riyadh selama tiga bulan. Dalam wawancaranya dengan Bloomberg, ia menyatakan sedang merencakan untuk membangun ulang kerajaan bisnisnya. Alwaleed menyatakan ada kemungkinan ia akan memisahkan asset bisnisnya antara Kingdom Holding dan bisnis properti Saudi. Sebagai gambaran Kingdom Holdings mempunyai kepemilikan saham di Twitter dan CItigroup, serta investasi saham lainnya.

Alwaleed juga menyatakan bahwa ia sangat berharap bahwa para investor akan kembali menaruh kepercayaan kepadanya.
Dari pasar mata uang, Pound Inggris terlihat alami penguatan sebesar 0,2 persen terhadap dollar Amerika pada hari ini, dan membuat mata uang tersebut berada pada level harga diatas $1,40.

Para investor terlihat menilai positip terkait perjanjian yang dibuat antara Inggris dan European Union. Perjanjian tersebut berisi mengenai perjanjian transisi yang akan berjalan selama 21 bulan setelah Brexit, yang akan dimulai pada Maret 2019 mendatang.

Walaupun demikian, saat ini masih terlalu awal untuk mengambil kesimpulan mengenai hasil akhir dari perjanjian perdagangan antara Inggris dan European Union.

Pada sore hari ini, indek acuan saham berjangka Amerika terlihat cenderung alami penurunan. Sedangkan sebagian besar bursa saham di Eropa alami kenaikan pada awal pembukaannya sore hari ini.

Bursa saham untuk wilayah Asia terlihat bergerak mix pada hari ini.

Sebelumnya pada hari Senin kemarin, Dow Jones industrial average dan S&P 500 alami penurunan sebesar 1,4 persen . Sedangkan Nasdaq alami penurunan sebesar 1,8 persen.

Fedex di jadwalakan akan sampaikan laporan earningnya pada esok pagi setelah bursa saham tutup.

By |2018-03-20T18:09:55+00:00March 20th, 2018|Analisa|0 Comments

Leave A Comment