StrategyDesk (Rabu, 21 Maret 2018)
Pada minggu ini Federal Reserve akan lakukan pertemuan yang berlangsung selama dua hari, yaitu hari Selasa dan Rabu. Hasil sementara dari pertemuan Fed tersebut, diperkirakan Federal Reserve akan menaikkan tingkat suku bunga acuan dan ada indikasi yang cukup besar Fed juga akan sampaikan outlook positip bagi ekonomi Amerika. Kesimpulan final dari keputusan tingkat suku bunga dan outlook ekonomi akan disampaikan oleh Fed pada hari Rabu malam nanti yang merupakan hari terakhir dari dua hari pertemuan Fed.

Sebelumnya pada tahun lalu, Fed merencanakan akan menaikkan tingkat suku bunga acuan hanya sebanyak tiga kali pada tahun 2018 ini, tetapi sebagian investotor memiliki keyakinan bahwa Fed kemungkinan besar akan lakukan kenaikan tingkat suku bunga lebih dari yang direncanakan. Landasan yang mendasari pemikiran para investor tersebut adalah adanya kenaikan inflasi yang cukup besar akhir-akhir ini.

Fed dijadwalkan akan umumkan kebijakan moneter pada pukul 2 p.m EDT atau lewat tengah malam hari nanti waktu indonesia. Powell rencananya akan lakukan konferensi pers resmi setelah pertemuan tersebut selesai.

Para petinggi Fed dalam beberapa minggu terakhir memiliki pemikiran spekulasi bahwa stimulus yang selama ini diberikan akan membuat pasar tenaga kerja bergairah dan meningkatkan inflasi hingga memenuhi target bank sentral yaitu 2 persen atau bahkan lebih jika ekonomi terus alami perkembangan kearah positip.

Dengan kondisi demikian maka para analis menaruh kekhawatiran bahwa Fed akan ambil kebijakan pengetatan moneter lebih awal dibawah kepemimpinan ketua Fed yang baru. Analisa para analis tersebut khususnya didukung oleh adanya peningkatan resiko dari luar Amerika salah satunya yaitu peluang terjadinya perang perdagangan internasional.

Fed sebelumnya telah banyak berikan stimulus guna mengatasi krisis finansial yang terjadi pada rentang waktu 2007-2009. Terkait telah berakhirnya krisis finansial tersebut, dalam beberapa tahun terakhir Fed terus keluarkan kebijakan untuk mulai lakukan normalisasi kebijakan moneternya. Pada tahun lalu, Fed telah menaikkan tingkat suku bunga overnight sebanyak 3 kali menjadi berada pada kisaran antara 1,25 sampai dengan 1,50 persen. Normalisasi kebijakan moneter tersebut juga dilakukan oleh Fed didukung oleh adanya penurunan jumlah pengangguran dan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik. Diperkirakan pada pertemuan kali ini, Fed akan menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis point.

Diperkirakan jika pada pertemuan kali ini Fed ambil keputusan kenaikan tingkat suku bunga, maka Fed di bawah kepemimpinan Powell kedepannya belum akan lakukan perubahan outlook kebijakannnya. Fed selanjutnya akan menunggu hasil dari stimulus fiskal yang diperkirakan akan memiliki jumlah total hingga $1,8 trilliun yang berasal dari kebijakan pemotongan pajak yang dilakukan oleh kabinet Trump dan adanya rencana belanja investasi pemerintah.

Walaupun data terbaru memperlihatkan bahwa jumlah penjualan rumah dan belanja retail alami pelemahan, namun secara keseluruhan gambaran kondisi ekonomi terlihat cukup cerah untuk tahun ini. Inflasi terlihat alami penguatan setelah sebelumnya selama 5 tahun terakhir terus menerus berada dibawah target Fed dan dari informasi yang ada ada banyak petunjuk yang indikasikan kenaikan pendapatan masyarakat.

Bank sentral diperkirakan pada hari Rabu ini akan keluarkan outlook pertumbuhan ekonomi positip Amerika untuk beberapa tahun kedepan dan akan keluarkan perkiraan bahwa tingkat pengangguran akan berada dibawah level saat ini, yaitu 4,1 persen.