Harga minyak naik pada Jumat pagi di sesi Asia, terangkat oleh pernyataan dari Arab Saudi bahwa pembatasan produksi yang dipimpin oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia akan perlu diperpanjang hingga 2019.

Minyak Mentah WTI Berjangka untuk pengiriman Mei diperdagangkan pada $65,02 per barel di sesi Asia pada pukul 11.43 WIB, melonjak naik 1,12%. Minyak mentah Brent berjangka London untuk pengiriman Mei, melaju naik 0,97% ke $69,58 per barel.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan pada hari Kamis bahwa anggota OPEC akan perlu terus berkoordinasi dengan Rusia dan negara-negara penghasil minyak non-OPEC lainnya dalam pembatasan pasokan pada tahun 2019 untuk mengurangi kelebihan pasokan minyak global.

OPEC, di mana Arab Saudi adalah pemimpin de-facto, serta kelompok negara non-OPEC yang dipimpin oleh Rusia, telah memangkas produksi minyak mentah sebanyak 1,8 juta barel per hari (bpd) untuk menopang harga minyak. Perjanjian itu dimulai pada Januari 2017 dan akan berakhir pada akhir 2018, tetapi Arab Saudi sekarang tampaknya mendorong perpanjangan kesepakatan.

OPEC mengatakan awal pekan ini bahwa pemotongan itu mendekati efek yang diinginkan untuk mengurangi persediaan global menjadi ke level rata-rata lima tahun, meskipun hanya menyebut sedikit detail.

Namun menurut Falih, masih ada waktu sebelum persediaan turunkan ke tingkat normal. Strategi untuk tahun 2019 diharapkan akan diperjelas pada akhir tahun ini, ujarnya.

Sementara itu, Amerika Serikat terus meningkatkan produksi minyak mentahnya, yang naik ke rekor baru 10,4 juta bpd pekan lalu, menambah gangguan pada upaya OPEC untuk mengendalikan pasokan. Setelah melampaui produksi eksportir utama Arab Saudi, AS diperkirakan akan mengambil alih posisi Rusia sebagai produsen terbesar minyak pada akhir 2018, dengan output lebih dari 11 juta bpd.

Meskipun permintaan global terlihat sehat, pasokan non-OPEC, yang dipimpin oleh AS, akan tumbuh sebesar 1,8 juta bph tahun ini, sementara permintaan hanya akan tumbuh sekitar 1,5 juta bpd.