StrategyDesk (Jum’at, 23 Maret 2018)
Hari ini China sampaikan pernyataan kepada Amerika agar negara tersebut menarik dirinya dari “pinggir jurang”. Pernyataan tersebut disampaikan terkait rencana Presiden Trump untuk mengenakan tarif tambahan terhadap produk impor dari China dengan nilai total hingga $60 milliar. Kebijakan pemerintah Amerika tersebut dinilai akan memicu terjadinya perang perdagangan internasional.

Terjadinya ketegangan antara Amerika-China tersebut berikan pengaruh negatif bagi pasar finansial, karena konsekuensi yang secara langsung dapat pengaruhi ekonomi global.

Alasan utama kabinet pemerintahan Trump lakukan tekanan terhadap produk-produk impor China adalah terkait kekayaan intelektual Amerika yang dianggap telah “dicuri” oleh China.

Disisi lain, terkait rencana Trump yang akan berikan tarif khusus bagi produk-produk dari China, Menteri perdagangan China menyatakan bahwa China tidak berharap akan terjadinya perang perdagangan, tetapi jika memang kondisi tersebut harus terjadi, maka mereka akan menghadapinya.

Dalam memorandum presiden yang ditandatangani oleh Trump pada Kamis kemarin, disebutkan akan adanya waktu selama 30 hari bagi terjadinya negoisasi yang akan dimulai setelah daftar barang-barang import China dipublikasikan.

Dengan demikian terlihat jelas bahwa Trump berikan waktu untuk terjadinya perundingan. Satu sisi China tidak menghendaki barang-barang eksport mereka ke Amerika terkena tambahan tarif disisi lain Amerika menginginkan agar aturan transfer teknologi bagi perusahaan-perusahaan Amerika yang berinvestasi di China di hapuskan.

Trump juga menyatakan bahwa ia melihat China sebagai “teman”, sehingga keduanya membutuhkan negosiasi yang adil guna mendapatkan kesepakatan.

Di China sendiri, mereka saat ini sedang mempersiapkan untuk keluarkan pengumuman biaya tambahan terkait produk import dari Amerika senilai $3 milliar, termasuk didalamnya adalah buah-buahan, wine, dan kacang. Kebijakan tersebut merupakan respon yang dilakukan China terhadap kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Trump terhadap import Baja dan almunium.

Dengan semakin memanasnya hubungan China-Amerika, pada hari ini indek MSCI Asia-Pacific alami penurunan sebesar 2,4 persen. Sebelumnya pada pagi hari ini Wall Street juga ditutup dengan alami penurunan, walaupun disisi lain asset-asset safe-haven, khusnya surat hutang pemerintah Amerika alami kenaikan.

By |2018-03-23T13:49:24+00:00March 23rd, 2018|Bisnis & Ekonomi|0 Comments

Leave A Comment