Dolar AS turun ke level rendah 16 bulan terhadap Yen Jepang di sesi perdagangan Senin (26/Mar) siang ini. Saat berita ini ditulis, USD/JPY diperdagangkan di angka 104.87, dari angka 104.83. Meski demikian, pergerakan USD/JPY secara umum masih belum jauh dari level terlemah sejak November 2016 di angka 104.56.

Perang Dagang AS China Dan Skandal Politik Jepang

Selama sepekan lalu, Dolar AS turun 1.2 persen tehadap Yen Jepang dilatar belakangi oleh memanasnya hubungan dagang antara AS dan China. Pasar global terguncang setelah Presiden Donald Trump menandatangai proposal pengenaan biaya impor terhadap sekitar USD50 miliar bagi barang-barang yang masuk ke AS dari China.

Trump mengambil kebijakan ini sebagai hukuman kepada China atas pelanggaran hak kekayaan intelektual Amerika Serikat yang dianggapnya telah dilakukan oleh negara pimpinan Xi Jinping itu selama bertahun-tahun. Trump juga akan membatasi ekspansi investasi China. Kondisi ini memicu perang dagang antara dua negara ekonomi besar tersebut.

Di sisi lain, pandangan bahwa skandal politik Jepang akan makin serius, menjadi faktor yang menguatkan Yen. Pada hari Selasa besok, saksi kunci atas skandal penjualan tanah yang melibatkan PM Shinzo, akan bersaksi di hadapan parlemen. Apabila Abe terbukti bersalah, maka rencana agenda ekonominya yang dikenak dengan “Abenomics” terancam akan gagal seiring dengan penurunan popularitas Abe.

Dominasi Risk-Off

Yukio Ishizuki dari Daiwa Securities mengatakan, sedikitnya pelaku pasar yang membeli Dolar AS hari ini dikarenakan oleh isu perdagangan yang sedang memanas antara AS dengan China, serta gejolak politik dalam pemerintahan Jepang.

Kondisi perdagangan tersebut sangat didominasi ‘risk off‘ (penghindaran risiko) dengan Yen dan Franc Swiss yang mendapatkan banyak keuntungan. Akan tetapi, dengan makin banyaknya spekulator yang terjun ke dalam pasar, membuka kemungkinan reversal dapat terjadi secara tiba-tiba dan kasar.”

Dolar AS diperdagangkan di kisaran 0.9470 terhadap Franc Swiss dengan tren flat siang ini. Sedangkan terhadap Euro, Dolar AS berada di posisi 1.2346, setelah kenaikan Euro sebanyak 0.5 persen minggu lalu.

sumber: seputarforex.com