StrategyDesk (Senin, 26 Maret 2018)
Resiko politik telah menggantikan sentimen kenaikan tingkat suku bunga sebagai kekhawatiran terbesar pada pasar saham untuk saat ini, dan perhatian utama para pelaku pasar akan tertuju pada terjadinya perang perdagangan termasuk juga cerita-cerita baru dari Gedung Putih.

Bursa saham di Amerika Serikat pada minggu lalu bukukan kinerja terburuknya sejak Januari 2016, sentimen jual yang terjadi telah membawa Dow memasuki zona koreksi sebesar 11,6 persen dari level tertingginya yang terbentuk pada Januari silam. Dow alami penurunan sebesar 5,7 persen pada minggu lalu menjadi berada pada level harga 23.533 dan saat ini indek acuan harga saham “blue Chips” tersebut sedang dalam jalurnya untuk bukukan kinerja pergerakan kuartalan terburuknya sejak kuartal ketiga 2015 dengan penurunan kuartalan sejauh ini sebesar 4,8 persen.

Bursa saham alami sentimen jual yang cukup kuat pada hari Jum’at minggu lalu, dengan S&P 500 alami penurunan sebesar 2,1 persen menjadi 2.588. S&P 500 pada Jum’at minggu lalu ditutup hanya sedikit diatas harga terendah harian pada 2.585 yang mana harga penutupan tersebut juga hanya sedikit berada diatas level teknikal moving average 200 hari.

Sebelumnya, pada bulan Februari silam, disaat bursa saham alami koreksi, katalis utamanya adalah kekhawatiran akan kenaikan tingkat suku bunga yang lebih cepat dari yang diperkirakan dan kekhawatiran pertumbuhan inflasi yang cepat akan membuat Fed ambil kebijakan kenaikan tingkat suku bunga lebih tinggi dari yang diperkirakan. Tetapi koreksi kali ini kekhawatiran investor bukan lagi pada kenaikan tingkat suku bunga, saat ini mereka lebih mengkhawatirkan akan perubahan-perubahan arah kebijakan Gedung Putih.

Level teknikal moving average 200 hari penting untuk diperhatikan, karena level teknikal tersebut akan menjadi level support penting bagi pergerakan bursa saham. Pergerakan harga dibawah level tersebut dapat menjadi indikasi bahwa bursa saham memiliki kecenderungan untuk alami koreksi.

Saat ini, dibandingkan dengan kenaikan tingkat suku bunga, para pelaku pasar lebih mengkhawatirkan akan kemungkinan terjadinya perang perdagangan, khususnya antara Amerika dan China. Perang perdagangan akan dapat secara langsung berikan pengaruh negatif bagi harga saham, karena akan membuat terjadinya perlambatan ekonomi global dan akan membuat pendapatan perusahaan tergerus. Peluang terjadinya perang perdagangan saat ini semakin membesar, dimana setelah sebelumnya Trump umumkan kenaikan tarif import Baja dan Almunium, pada minggu lalu Trump umumkan akan kenaikan tarif tambahan terhadap produk import China senilai $60 milliar.

Untuk minggu ini, data-data ekonomi akan ada cukup banyak yang dijadwalkan untuk dirilis, termasuk diantaranya adalah S&P/Case-Shiller home price yang rilis hari Selasa, dan Personal Income and Spending rilis hari Kamis.

<strong>Highlight Minggu ini:</strong>

<strong>Senin</strong>
Earning: Paychex, Red Hat
7:10 a.m.ET Fed Governor Randal Quarles
10:30 a.m.ET Dallas Fed manufacturing
12:30 p.m.ET New York Fed President William Dudley
1:00 p.m.ET $30 billion 2-year auction

<strong>Selasa</strong>
Earning: FactSet, Lululemon Athletica, McCormick, Shoe Carnival, H&amp;M, IHS Markit
9:00 a.m.ET S&amp;P/Case-Shiller home prices
10:00 a.m.ET Consumer confidence
11:00 a.m.ET Atlanta Fed President Raphael Bostic
1:00 p.m.ET $35 billion 5-year auction

<strong>Rabu</strong>
Earning: GameStop, Walgreens Boots Alliance, BlackBerry, Oxford Industries, PVH
8:30 a.m.ET Real Q4 GDP
8:30 a.m.ET Advanced economic indicators
10:00 a.m.ET Pending home sales
11:30 a.m.ET Atlanta Fed’s Bostic
1:00 p.m.ET $29 billion 7-year auction

<strong>Kamis</strong>
Earning: Constellation Brands, Worthington Industries, Switch
8:30 a.m.ET Jobless claims
8:30 a.m.ET Personal income/spending
8:30 a.m.ET Core PCE
9:45 a.m.ET Chicago PMI
10:00 a.m.ET Consumer sentiment
1:00 p.m.ET Philadelphia Fed President Patrick Harker

<strong>Jum’at</strong>
Market Tutup (bursa saham Amerika)
Good Friday holiday

By |2018-03-26T12:57:46+00:00March 26th, 2018|Analisa|0 Comments

Leave A Comment