StrategyDesk (Senin, 2 April 2018)
Periode bulan April biasanya bursa saham alami pergerakan positip, tetapi saat ini ada banyak alasan mengapa kebiasaan tersebut ada kemungkinan untuk tidak terjadi.

Jika melihat volatilitas yang terjadi baik pada bulan April maupun Maret, kekhawatiran adanya kemungkinan saham untuk alami lanjutan penurunan pada bulan April ini sepertinya bukanlah kekhawatiran yang tanpa alasan. Ketegangan perdagangan internasional saat ini belum memiliki solusi dan sektor teknologi cenderung alami pelemahan, kedua hal tersebut terjadi akibat ketidak pastian seputar Gedung Putih ditambah juga dengan investigasi terhadap Rusia yang juga masih berlangsung. Selain itu setelah Fed pada kuartal pertama tahun ini menaikkan tingkat suku bunga acuannya, maka jika berjalan sesuai rencana akan ada kenaikan sebanyak dua kali atau bahkan lebih terhadap tingkat suku bunga acuan, karena hingga saat ini belum ada indikasi Fed akan lakukan perubahan terhadap rencana mereka.

Dan khususnya untuk minggu ini, akan dirilis data laporan tenaga kerja periode bulanan pada hari Jum’at. Diperkirakan akan ada sebanyak 200.000 penyerapan tenaga kerja dan akan ada peningkatan sebesar 0,3 persen pada data “wages” Amerika. Tingkat pengangguran diperkirakan akan berada pada kisaran 4 persen.

Berdasarkan data historis, bulan April adalah bulan nomor dua dengan kinerja rata-rata S&P 500 terbaik, kecenderungan tersebut telah berlangsung sejak era perang dunia ke-2, tetapi permasalahannya, saat ini bulan April juga bertepatan dengan pertengahan masa pemerintahan setelah pemilu, dimana berdasarkan data historis kuartal kedua pada pertengahan masa pemerintahan setelah pemilu merupakan periode nomor tiga yang buruk bagi kinerja saham.

Sejauh ini, untuk periode Maret, S&P 500 telah alami penurunan sebesar 2,7 persen, dan untuk keseluruhan kuartal pertama tahun ini, indek acuan tersebut telah alami penurunan sebesar 1,2 persen. Nasdaq alami pukulan keras pada Maret lalu dengan penurunan sebesar 2,9 persen walaupun untuk keseluruhan kuartal pertama tahun ini, Nasdaq masih alami kenaikan sebesar 2,3 persen.

Level teknikal S&P 500 moving average 200 hari yaitu 2.589 yang terbentuk pada Kamis minggu lalu saat ini menjadi perhatian para pelaku pasar, dimana level tersebut menjadi kunci level support harga saham.

Tingkat suku bunga keredit belakangan juga menjadi perhatian para pelaku pasar, dimana Libor rate belakangan terlihat alami kenaikan. London Interbank Offered Rate merupakan tingkat suku bunga pinjaman antara perbankan. Tingkat suku bunga LIBOR sering kali dijadikan sebagai indikator untuk mengukur tingkat tekanan sektor finansial.

Highlight Minggu ini:

Senin
Earning: Cal-Maine Foods, Switch
9:45 a.m.ET Manufacturing
10:00 a.m.ET ISM manufacturing
10:00 a.m.ET Construction spending
6:00 p.m.ET Testimoni Presiden Fed Neel Kashkari

Selasa
Earning: Cloudera, Dave and Buster’s
Laporan penjualan Otomotif bulanan
9:30 a.m.ET Testimoni Presiden Fed Minneapolis Kashkari

Rabu
Earning: Lennar, Acuity Brands
8:15 a.m.ET ADP Payrolls
9:45 a.m.ET Services PMI
9:45 a.m.ET Testimoni Presiden Fed St. Louis James Bullard
10:00 a.m.ET ISM nonmanufacturing
10:00 a.m.ET Factory orders

Kamis
Earning: RPM International, Schnitzer Steel, PriceSmart
8:30 a.m.ET Jobless claims
8:30 a.m.ET International trade

Jum’at
8:30 a.m.ET Nonfarm payrolls
3:00 p.m.ET Consumer credit
4:00 p.m.ET Testimoni Presiden Fed San Francisco John Williams

By |2018-04-02T14:39:19+00:00April 2nd, 2018|Analisa|0 Comments

Leave A Comment