Dolar melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada hari Selasa karena meningkatnya ketegangan perdagangan global yang terus membebani sentimen pasar.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan enam mata uang utama, turun 0,18% menjadi 89,53 pada pukul 14.20 WIB.

Investor tetap gelisah setelah Cina memberlakukan tarif ekstra pada barang impor tertentu Amerika Serikat. Hal ini meningkatkan sengketa perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia dan memicu kekhawatiran tentang dampak pada pertumbuhan global.

Pemerintahan Trump diperkirakan pada akhir pekan ini akan menerbitkan daftar barang-barang Tiongkok yang dikenakan tarif baru AS.

Dolar terdongkrak lebih tinggi terhadap yen, dengan USD/JPY terakhir nyaman di 105,96.

Dolar berjuang untuk mendapatkan pijakan terhadap yen setelah tiga hari penurunan di tengah aksi jual saham-saham teknologi yang mengirim Wall Street jatuh dan bangkit kembali dalam kekhawatiran atas perang dagang.

Yen Jepang, biasanya dipandang sebagai mata uang safe-haven, cenderung dicari oleh investor selama masa ketidakpastian politik atau ekonomi.

Euro menguat terhadap dolar, di mana EUR/USD naik 0,26% ke 1,2333.

Pound juga lebih tinggi terhadap dolar, dengan GBP/USD naik 0,23% menjadi 1,4077.

Sementara itu, dolar Australia beranjak naik, AUD/USD bertambah 0,52% ke 0,7702.

Aussie menunjukkan sedikit reaksi setelah Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga pada rekor terendah 1,5% pada hari Selasa. Keputusan ini telah diantisipasi secara luas sebelumnya.

By |2018-04-04T11:28:08+00:00April 4th, 2018|Bisnis & Ekonomi|0 Comments

Leave A Comment