StrategyDesk (Kamis, 5 April 2018)
Saat ini momok paling menakutkan yang berikan pengaruh negatif adalah akan terjadinya perang perdagangan internasional, khususnya antara Amerika dan China. Dan kondisi tersebut cukup beralasan, karena perang antara kedua negara tersebut akan berikan pengaruh bagi hampir seluruh sektor bisnis.

Sebanyak sembilan dari sebelas sektor S&P 500 dan sebanyak 27 dari 30 perusahaan komponen Dow Jones Industrial Average memiliki keterkaitan bisnis yang cukup besar dengan China daratan, dimana berdasarkan perkiraan FactSet China merupakan kunci revenue bagi perusahaan-perusahan tersebut. Berdasarkan data yang dianalisa mengguna algoritma GeoRev China merupakan sumber pendapatan nomor dua bagi perusahaan-perusahaan tersebut setelah Amerika.

Dengan kondisi demikian maka tidak heran jika S&P 500 alami koreksi hingga 1,6 persen dan Dow Jones industrial alami penurunan hingga 501 poin yang kemudian pada hari Rabu kemarin alami kenaikan setelah adanya laporan China berencana untuk menaikkan tarif hinggga 25 persen terhadap 106 produk Amerika. Setelah keluarnya laporan dari China tersebut muncul adanya harapan bahwa akan terjadi negoisasi antara kedua negara.

Produk-produk eksport Amerika kedelai, mobil dan pesawat kemungkinan besar akan alami dampak paling besar dari kenaikan tarif tersebut, termasuk juga barang-barang seperti daging, rokok, kimia, plastik dan produk industri, berdasarkan laporan CNBC.

Berdasarkan data Facset, sektor yang diperkirakan akan terkena dampak paling besar adalah teknologi, karena berdasarkan data sebanyak 9,6 persen dari total revenue 12 bulan terakhir perusahaan yang tergabung dalam SPDR Technology Select Sector exchange-traded fund berasal dari China.

Sektor industrial sebanyak 4,4 persen revenue berasal dari China, sektor material sebesar 3,6 persen, sektor energi 3,5 persen, sektor consumer staples sebesar 3,1 persen, consumer discretionary sebesar 2,8 persen, sektor finansial sebesar 2,1 persen, sektor health care sebesar 1,8 persen, real estate investment sebesar 1 persen. Sedangkan sektor Utilities dan sektor telekomunikasi tidak menunjukkan China masuk dalam sumber revenue utama

Total secara keseluruhan, China merupakan penyumbang 3,8 persen dari total revenue S&P 500 pada tahun lalu, terbesar kedua setelah Amerika, yang menyumbang revenue sebesar 69,6 persen.

Diluar Dow Jones, Intel Corp berpeluang alami pukulan paling besar, karena 22,9 persen revenue perusahaan dalam 12 bulan terakhir datang dari China, sedangkan sebesar 20 persen revenue Intel datang dari Amerika.

Sedangkan Boeing, berdasarkan data, revenue perusahaan yang berasal dari luar Amerika hanya sebesar 12,4 persen.

Komponen Dow Jones dengan persentase keterkaitan bisnis dengan China hingga dua digit adalah McDonalds Corp sebesar 14 persen, Nike Inc sebesar 11,4 persen, Chevron Corp sebesar 11,2 persen dan 3M Co sebesar 10 persen.

Sedangkan Revenue Exxon Mobil dari China tidak masuk dalam 8 sumber utama, dan Home Depot serta Verizon sama sekali tidak memiliki keterkaitan revenue dengan China