StrategyDesk (Jum’at, 6 April 2018)
Konflik perdagangan antara China dan Amerika kembali meruncing, setelah Presiden Amerika Donald Trump kembali keluarkan pernyataan bahwa ia mengusulkan untuk menaikkan tarif pada lebih banyak lagi produk-produk China. Akibat semakin memansnya konflik perdagangan antara Amerika dan China pada hari ini, saham-saham di wilayah Asia alami penurunan. Disisi lain, nilai tukar dollar Amerika terlihat masih cenderung bergerak stabil menjelang diumumkannya data non-farm payrolls pada malam hari ini.

Spreadbetters perkirakan bursa saham di Eropa akan alami penurunan pada pembukaan hari ini, dengan FTSE Inggris alami penurunan sebesar 0,5 persen, Dax Jerman turun 0,85 persen dan CAC Prancis turun 0,75 persen.

Indek berjangka E-mini S&P 500 alami penurunan sebesar 1 persen, yang mana kondisi tersebut indikasikan Wall Street cenderung untuk dibuka dengan alami penurunan pada malam hari ini.

Pada hari Kamis kemarin di Amerika, Trump menyatakan bahwa ia telah menginstruksikan kepada lembaga perdagangan Amerika untuk menaikkan tambahan tarif terhadap barang import dari China senilai $100 milliar. Dengan keluarnya pernyataan tersebut maka secara otomatif membuat konflik perdagangan antara kedua negara semakin memanas.

Menteri perdagangan China terkait pernyataan Trump tersebut menyatakan akan mengambil tindakan guna melindungi kepentingan mereka di Amerika.

Bursa saham di Asia alami penurunan sejak awal pembukaannya pasar hari ini, yang mana penurunan tersebut merupakan reaksi spontan para investor terkait kebijakan Trump.

Indek acuan saham Asia-Pacific diluar Jepang, yaitu indek MSCI terlihat alami penurunan sebesar 0,15 persen.
Sedangkan saham-saham Australia terlihat alami pemulihan dibandingkan pergerakannya pada pagi hari ini dengan kenaikan sebesar 0,1 persen. Kospi Korea alami penurunan sebesar 0,6 persen dan Nikkei Jepang alami penurunan 0,1 persen dan Hang Seng Hong Kong alami kenaikan 0,5 persen.

Dow dan S&P 500 kembali bukukan kenaikan pada hari Kamis kemarin, dan menjadi kenaikan ketiga yang terjadi berturut-turut dalam tiga bulan terakhir. Kenaikan tersebut terjadi didukung oleh tingkat optimisme pasar yang cukup tinggi memasuki musim earning.

Diluar kondisi-kondisi yang ada, pasar finansial akan menjadi perhatian utama pada malam hari ini, dimana pada hari ini akan dirilis data non-farm payrolls. Diperkirakan data non-farm payrolls akan tunjukkan hasil 193.000 lebih rendah dibandingkan bulan lalu yang tunjukkan hasil 313.000.

Data “average hourly earning”, diperkirakan akan alami kenaikan sebesar 0,2 persen. Sebelumnya untuk periode Februari data tersebut alami kenaikan sebesar 0,1 persen.

Nilai tukar dollar Amerika terlihat hanya alami perubahan kecil, bertahan pada level harga 107,385 yen setelah sebelumnya sempat turun menyentuh level 106,990 hari ini.

Nilai tukar dollar pada malam hari kemarin sempat menyentuh level harga tertinggi dalam satu bulan terakhir pada 107,490. Kenaikan tersebut didukung oleh optimisme para pelaku pasar yang melihat akan adanya negoisasi perdagangan antara Amerika dan China.

Nilai tukar euro terlihat bertahan pada level harga $1,2243.

Indek nilai tukar dollar yang mengukur pergerakan dollar terhadap enam mata uang utama dunia cenderung bergerak pada level 90,453. Untuk minggu ini, indek dollar alami kenaikan sebesar 0,4 persen.

Setelah keluarnya pernyataan Trump terkait kebijakan tarif pada Kamis kemarin, harga acuan minyak mentah alami penurunan.

Minyak mentah Amerika alami penurunan sebesar 0,7 persen menjadi $63,12 per barrel dan minyak mentah Brent alami penurunan sebesar 0,6 persen pada $67,93 per barrel. Pada hari Kamis kemarin, harga minyak mentah sempat alami kenaikan didukung oleh kenaikan harga saham dan keputusan tidak terduga dari Arab yang menaikkan harga minyak mentah.

By |2018-07-21T22:02:40+00:00April 6th, 2018|Laporan Pasar|0 Comments

Leave A Comment