StrategyDesk (Senin, 9 April 2018)
Bursa saham Asia alami kenaikan pada hari Senin ini, kenaikan juga terlihat pada indek berjangka saham Amerika. Kenaikan yang terjadi pada hari ini tetap terjadi walaupun Twitter Presiden Amerika Donald Trump masih tetap tunjukkan niatnya untuk lakukan perang perdagangan dengan China dan juga dalam beberapa hari kedepan rencananya Presiden China Xi Jinping akan sampaikan pernyataannya mewakili China dalam menanggapi kebijakan Presiden Trump.

Selain itu juga ada cukup banyak laporan yang menyebutkan bahwa Amerika telah lakukan penyerangan terhadap sejumlah wilayah di Suriah, yang walaupun kemudian pihak Pentagon menyatakan bahwa mereka tidak melakukan tindakan tersebut.

Trump pada hari Minggu kemarin menyatakan bahwa “mereka harus membayar mahal terhadap apa yang telah dilakukan”. Pernyataan tersebut disampaikan setelah kelompok program kemanusiaan laporkan temuan adanya cukup banyak warga yang terbunuh akibat gas beracun yang dilepaskan oleh pasukan pemberontak.

Untuk saat ini para pelaku pasar di Asia dapat bernafas cukup lega dengan adanya kenaikan sebesar 6,6 persen pada indek berjangka E-mini S&P 500.

Indek MSCI Asia-Pacifi, yang mengukur pergerakan bursa saham Asia di luar Jepang bereaksi positip terhadap kenaikan E-mini S&P 500 dengan alami kenaikan sebesar 0,7 persen. Nikkei Jepang juga terlihat alami kenaikan sebesar 0,6 persen, sedangkan indek saham “blue Chips” China alami kenaikan sebesar 0,3 persen dan Hangseng Hong Kong alami kenaikan sebesar 2 persen.

Perhatian pasar juga tertuju pada pernyataan Trump yang disampaikan pada hari Minggu kemarin. Trump mengklaim bahwa China pada akhirnya akan memilih untuk menerima permintaan Amerika untuk lakukan perubahan terhadap kebijakan perdagangan mereka, karena pilihan tersebut adalah pilihan terbaik bagi mereka untuk saat ini.

Sebelumnya pada hari Kamis minggu lalu, Presiden Trump menyatakan sedang persiapkan tindakan selanjutnya untuk menaikkan tarif terhadap sejumlah barang impor dari China senilai $100 milliar. Terkait pernyataan Trump tersebut pihak China menyatakan bahwa mereka juga sedang menyiapkan tindakan balasan terhadap kebijakan tersebut.

Untuk saat ini diperkirakan badai selanjutnya yang akan menerpa pasar investasi akan datang dari pernyataan Presiden China Xi pada Forum Boao yang akan berlangsung hari Selasa minggu ini.

Pertikaian traif Amerika-China pada Jum’at minggu lalu telah membuat Wall Street alami tekanan. Dow alami penurunan sebesar 2,3 persen sedangkan S&P 500 alami penurunan sebesar 2,2 persen, dan Nasdaq alami penurunan sebesar 2,3 persen.

Walaupun demikian ada peluang yang cukup besar bahwa musim earning kuartal pertama tahun ini yang akan segera dimulai akan berikan pengaruh positip, hal tersebut didukung oleh pernyatan sejumlah analis yang berpendapat bahwa kinerja keuangan perusahaan untuk kuartal kali ini akan tunjukkan adanya pertumbuhan laba perusahaan terbaik dalam tujuh tahun terakhir.

Dari sisi pasar mata uang, nilai tukar dollar Amerika terlihat bergerak stabil, dimana terhadap Yen Jepang berada pada level 107,00 yang hanya berjarak sedikit dari titik puncak selama senam minggu terakhir, yaitu 107,49. Nilai tukar euro terlihat berada pada level harga $1,2274 alami pemulihan dari level harga $1,2212. Indek dollar yang menggambarkan pergerakan dollar Amerika terhadap enam mata uang utama lainnya berada pada level 90,184.

Untuk pasar komoditi, harga emas terlihat sedikit alami penurunan menjadi $1.332,05 per ounce. Walaupn alami penurunan tetapi harga acuan emas masih terlihat memiliki peluang yang cukup besar untuk alami kenaikan.

Harga minyak mentah alami kenaikan, minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Juni alami kenaikan sebesar 28 sen menjadi $67,39 per barrel, sedangkan minyak mentah Amerika alami kenaikan sebesar 23 sen menjadi $62,29 per barrel.