Ekonomi AS menambah lapangan kerja dalam laju paling rendah. Hal ini tercermin dalam laporan NFP Maret yang jauh di bawah ekspektasi. Akan tetapi, berita negatif ini dianggap wajar, karena kondisi pasar tenaga kerja Negeri Paman Sam yang mendekati Full Employment. Sementara itu, laporan upah AS untuk bulan Maret mengalami kenaikan sesuai ekspektasi.

Departemen Tenaga Kerja pada hari Jumat (6/April) melaporkan penambahan Non Farm Payroll sebanyak 103,000 pekerjaan, terkecil dalam 6 bulan, dan jauh lebih rendah dibandingkan forecast ekonom dari jajak pendapat Reuters sebelumnya. Prediksi tersebut memperkirakan NFP Maret akan bertambah 188,000. Sementara itu, rilis NFP periode sebelumnya direvisi naik sebanyak 13,000 menjadi 326,000, yang merupakan level tertinggi sejak Mei 2010 lalu.

 Kecilnya NFP Indikasikan Full Employment

Pertumbuhan pekerjaan yang sedikit di bulan Maret sebenarnya telah sesuai dengan ekspektasi ekonom yang mengatakan NFP tahun ini kemungkinan akan semakin kecil, mengingat pasar tenaga kerja AS berada dekat Full Employment. Hal itu dapat dibuktikan dari laporan para pengusaha yang bergerak di sektor konstruksi dan manufaktur; keduanya semakin keras berjuang untuk mendapatkan pekerja berkualitas.

Bila mengacu pada angka, maka pertumbuhan NFP bulan lalu berada jauh di bawah rata-rata tiga bulan terakhir yang masih di atas kisaran 200k. Namun demikian, hasil Payroll Maret yang lebih tinggi dari angka 100,000 dinilai masih memadai pertumbuhan populasi angkatan kerja AS, dengan tingkat pengangguran tetap stabil di level 4.1 persen bulan lalu.

Upah Pekerja AS Melaju Sesuai Ekspektasi

Pertumbuhan pekerjaan yang sedikit di bulan Maret turut berkontribusi besar terhadap tren kenaikan upah per jam pekerja AS. Data tersebut mencatatkan kenaikan 0.3 persen, menyusul kenaikan sebesar 0.1 persen di bulan Februari. Dalam basis tahunan, laporan yang juga disebut dengan Average Hourly Earnings itu mencatatkan kenaikan 2.7 persen.

Para ekonom sebelumnya telah berulang kali mengatakan, diperlukan setidaknya kenaikan upah tahunan sebesar 3.0 persen untuk mendorong tingkat Inflasi sesuai target Fed. Ada harapan, target pertumbuhan upah tersebut akan tercapai pada pertengahan tahun nanti, dan kemungkinan Fed akan kembali melakukan Rate Hike. Meski terjadi perlambatan pertumbuhan lapangan kerja di bulan Maret, akselerasi upah yang terus meningkat akan mendukung belanja konsumen, hingga akhirnya berimbas pada pertumbuhan data GDPkuartal pertama 2018.

sumber : seputarforex.com