Dolar AS melaju ke level tertinggi tujuh minggu terhadap sejumlah mata uang pada hari Rabu, didorong oleh meningkatnya imbal hasil Treasury 10 tahun AS mencapai level tertinggi awal 2014.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,31% menjadi 90,84 pada pukul 14.56 WIB, level tertinggi 1 Maret.

Dolar telah didorong naik oleh meningkatnya yield AS dan prospek laju kenaikan suku bunga yang lebih cepat oleh Federal Reserve tahun ini.

Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi membuat dolar lebih menarik bagi investor yang mencari imbal hasil. Yield Treasury 10-tahun AS menerobos level di atas 3% untuk pertama kalinya sejak 2014 pada hari Selasa, tanda kepercayaan dalam prospek ekonomi AS.

Data pada hari Selasa menunjukkan bahwa penjualan rumah baru AS dan kepercayaan konsumen keduanya terungkap lebih kuat sehingga menggarisbawahi harapan bahwa ekonomi akan terus tumbuh dalam beberapa bulan mendatang.

Dolar mencapai tingkat tertinggi baru dua setengah bulan terhadap yen, dengan USD/JPY bertambah 0,38% menjadi 109,23.

Dolar memangkas keuntungan awal terhadap yen pada hari Selasa karena penurunan ekuitas AS mendukung permintaan aset safe haven mata uang Jepang ini. Wall Street berakhir melemah tajam di tengah peringatan perusahaan dengan operasi biaya tinggi yang timbul dari lonjakan imbal hasil obligasi.

Euro melemah terhadap dolar, di mana EUR/USD menurun 0,29% ke 1,2197, di dekat level terendah dua bulan Selasa di 1,2181. Investor sekarang memantau pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa pada hari Kamis untuk mengukur apakah para pejabat lebih percaya diri pada prospek inflasi.

Pound mendekati level terendah lima minggu terakhir, dengan GBP/USD kehilangan 0,21% hingga diperdagangkan pada 1,3948. Dolar Australia dan Selandia Baru jatuh ke posisi terendah empat bulan baru, AUD/USD tertekan turun 0,41% menjadi 0,7572 dan NZD/USD mundur 0,56% di 0,7079.

By |2018-04-26T10:18:02+00:00April 26th, 2018|Bisnis & Ekonomi|0 Comments

Leave A Comment