StrategyDesk (Rabu, 16 Mei 2018)
Bursa saham Asia alami penurunan pada hari Rabu (5/16/2018). Penurunan tersebut terjadi setelah terjadinya kegagalan pembicaraan antara Korea Selatan dan Kore Utara, sehingga memicu ketidak pastian pertemuan antara Pemerintah Amerika dan Pemerintah Korea Utara. Disisi lain, adanya kenaikan tingkat suku bunga surat hutang pemerintah juga menambah kekhawatiran, karena kenaikan tersebut indikasikan bahwa para pelaku pasar memiliki keyakinan yang semakin meningkat akan adanya kenaikan tingkat suku bunga acuan Amerika. Kenaikan tingkat suku bunga acuan dikhawatirkan dapat membuat pemulihan ekonomi global menjadi terhambat.

Indek MSCI Asia-Pacific, yang mengukur pergerakan bursa saham Asia diluar Jepang alami penurunan sebesar 0,1 persen. Adanya indikasi pembicaraan antara Korea Selatan-Korea Utara serta Amerika-Korea Utara alami ketidak pastian menjadi penyebab utama penurunan bursa saham pada hari ini.

Disisi lain, bursa saham Eropa indikasikan pergerakan flat pada pembukaannya dan indek acuan saham berjangka S&P 500 juga terlihat alami pergerakan dengan rentang pergerakan kecil.

Adanya pembatalan pertemuan penting dengan Korea Utara berikan kekhawatiran para pelaku pasar, karena pembatalan tersebut akan menambah permasalahan ekonomi Asia. Sedangkan hingga saat ini, permasalahan perdagangan Amerika-China juga tidak kunjung peroleh solusi penyelesaian.

Sebelumnya pada hari Selasa kemarin, data retail sales dan data factory yang tunjukkan hasil alami penguatan membuat tingkat suku bunga surat hutang pemerintah Amerika jangka waktu 10 tahun alami kenaikan dan menyentuh level 3,095. Tingkat suku bunga tersebut merupakan yang tertinggi sejak Juli 2011 dan akibatnya kondisi tersebut akan mempertinggi biaya pinjam uang khususnya bagi perusahaan-perusahaan diseluruh dunia.

Pada penutupan pagi hari ini, Dow Jones Industrial Average (.DJI) alami penurunan sebesar 193 poin atau 0,78 persen menjadi 24.706,41. S&P 500 (.SPX) alami penurunan sebesar 18,68 poin atau 0,68 persen menjadi 2.711,45 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 59,69 poin atau 0,81 persen atau 7.351,63.

Nikkei Jepang terlihat alami penurunan sebesar 0,4 persen dan Shanghai Composite China alami penurunan sebesar 0,3 persen.

Terkait dengan konflik perdagangan antara Amerika-China, saat ini para pelaku pasar menaruh harapan yang cukup besar akan diperolehnya kesepakatan pembicaran antara kedua negara yang akan berlangsung pada minggu ini.