StrategyDesk (Senin, 21 Mei 2018)
Kontrak berjangka minyak mentah kembali alami kenaikan pada hari Senin (5/21/2018) ini, akibat kekhawatiran Amerika akan tingkatkan campur tangan mereka dengan berikan sangsi baru terhadap Venezuela, setelah pemilu Venezuela yang berlangsung pada akhir pekan kemarin terlihat tunjukkan adanya indikasi kecurangan yang dilakukan oleh pihak oposisi dan pemerintah asing.

West Texas Intermediate (WTI) atau dikenal juga sebagai kontrak berjangka minyak mentah Amerika untuk pengiriman bulan Juni yang diperdagangkan di New York Merchantile Exchange tunjukkan kenaikan sebesar 18 sen atau 0,3 persen menjadi $71,46 per barrel. Sedangkan kontrak berjangka minyak mentah London atau Brent yang menjadi acuan harga minyak mentah dunia terlihat cenderung tidak alami pergerakan berada pada level harga $78,51 per barrel.

Sejauh ini pihak Amerika telah berikan sangsi individu di Venezuela, tetapi tidak tertutup kemungkinan sangsi tersebut berpeluang untuk melebar menjadi diberikan kepada perusahaan pada industri minyak mentah, karena minyak mentah merupakan sumber penghasil uang dan dampak dari sangsi yang diberikan akan persulit gerakan individu tertentu di negara tersebut.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro, pemimpin Venezuella yang membawa ekonomi negara tersebut alami kejatuhan, pada hari Minggu kemarin berhasil memenangkan pemilu Presiden untuk ke-6 kali berturut-turut.

Untuk saat ini, Amerika telah mencabut untuk sementara larangan impor minyak mentah dari Venezuella, karena dikhawatirkan tindakan tersebut akan memperparah krisis ekonomi negara tersebut.

Untuk saat ini, berita-berita terkait Venezuella dibutuhkan bagi kelanjutan kenaikan harga minyak mentah, khususnya setelah WTI alami kenaikan diatas $72 per barrel dan Brent alami kenaikan diatas $80 per barrel pada minggu lalu.
Sangsi terhadap eksport minyak mentah dari Venezuela dan sangsi terhadap nuklir Iran keduanya mendorong kenaikan harga minyak mentah, karena pengurangan suplai minyak mentah dari kedua negara tersebut akan membuat suplai minyak mentah dunia alami permasalahan.

Komoditi energi lainnya yang sebelumnya ikut terdongkrak naik pada hari ini terlihat cenderung sedikit alami penurunan. Kontrak gasoline untuk pengiriman bulan Juni terlihat alami sedikit pergerakan pada level harga $2,2327 per gallon, sedangkan kontrak heating oil untuk pengiriman Juni terlihat alami penurunan sebesar 0,2 persen menjadi $2,2617 per gallon. Kontrak berjangka natural gas untuk pengiriman Juni pada hari ini terlihat alami penurunan sebesar 0,9 persen menjadi $2,822 per juta British Thermal Unit (BTU).