StrategyDesk (Rabu, 23 Mei 2018)
Pihak Kongress Amerika pada hari Selasa (5/22/2018) kemarin telah ambil kata sepakat menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) yang akan diberlakukan saat pihak regulasi alami kerugian dalam melindungi ribuan perbankan. Gagasan RUU tersebut dilatar belakangi oleh masa saat krisis finansial melanda Amerika beberapa tahun silam. Pada saat itu diterapkan sebuah aturan yang dikenal dengan nama “the Dodd-Frank Act” yang dirancang guna mengamankan perbankan dari terjadinya kebangkrutan.

RUU tersebut nantinya akan menyertakan institusi finansial kecil menengah, sehingga perusahaan-perusahaan tersebut, yang memenuhi persyaratan akan memiliki hak yang sama dengan perbankan Wall Street lainnya untuk peroleh bantuan.

Dengan disetujuinya RUU tersebut maka menjadi pertanda berakhirnya negoisasi-negoisasi yang dilakukan oleh industri finansial guna melunakkan aturan pihak regulasi setelah masa krisis finansial berakhir.

Diperkirakan Presiden Amerika Donald Trump akan menandatangani RUU tersebut sejumlah peringatan hari kemerdekaan Amerika. Informasi tersebut disimpulkan berdasarkan pernyataan yang disampaikan oleh petugas senior Gedung Putih.

Berita terkait Facebook saat ini terlihat kembali mengemuka. Diberitakan bahwa Mark Zuckerberg pada Selasa kemarin lakukan pertemuan dengan anggota Parlemen European dan dalam pertemuan tersebut CEO Facebook ini kembali sampaikan permohonan maaf terkait skandal kebocoran data pengguna Facebook (FB).

Tetapi dalam pertemuan tersebut CEO Facebook dinilai gagal dalam memberikan jawaban terkait praktik pengumpulan data ilegal termasuk informasi yang diambil dari Facebook yang berasal dari orang-orang yang sebenarnya bukanlah pengguna Facebook dan cenderung terlihat menghindari pertanyaan terkait.

Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, parlemen Eropa menyarankan agar Facebook sebaiknya aktif dalam memonopoli data pengguna dan mulai mencari informasi sebenarnya mengenai terjadinya skandal tersebut.

Berita dari luar Amerika pada Rabu ini datang dari Turki. Mata uang Lira yang merupakan mata uang Truki pada hari ini terlihat alami penurunan sebesar 5 persen terhadap dollar AMerika, sehingga menambah penurunan yang telah terjadi sebelumnya. Untuk tahun ini, secara keseluruhan mata uang Lira Turki alami penurunan sebesar 22 persen.

Pelemahan nilai Lira tersebut tidak terlepas dari kondisi ekonomi Turki yang melemah, munculnya kekhawatiran pihak politisi akan mencampuri kebijakan moneter negara tersebut, serta adanya tindakan para investor yang memindahkan alokasi investasi mereka dari negara-negara berkembang masuk ke Amerika Serikat.

Berdasarkan data historis, Brazil, Argentina, Mexico, Turki, Russia, dan Indonesia adalah termasuk negara-negara yang alami penjualan besar-besaran mata uangnya dan atau menaikkan tingkat suku bunga acuannya saat terjadi penguatan nilai dollar Amerika dan kenaikan tingkat suku bunga FED.

Berita lainnya juga menyebutkan bahwa Argentina saat ini sedang peroleh tekanan dari internasional untuk menerima program bailout IMF. Tekanan tersebut telah berlangsung sejak awal bulan ini.

Secara keseluruhan, bursa saham diseluruh dunia alami tekanan pada awal pembukaan pasar hari ini.

Indek acuan saham berjangka Amerika juga terlihat cenderung alami penurunan, sedangkan indek bursa saham utama Eropa dan Asia terlihat alami penurunan.

Sebelumnya pada hari Selasa kemarin Dow Jones industrial average alami penurunan 0,7 persen, penurunan tersebut membuat Dow kembali berada dibawah level 25.000. S&P 500 alami penurunan sebesar 0,3 persen dan Nasdaq ditutup turun 0,2 persen.

Highlight malam hari ini termasuk diantaranya adanya laporan earning dan data ekonomi dari Federal Reserve.

Lowe’s (LOW), Ralph Lauren (RL), Target (TGT), dan Tiffany & Co (TIF) dijadwalkan sakan sampaikan laporan keuangannya sebelum bursa saham dibuka malam hari ini. L Brands (LB) dan Williams-Sonoma (WSM) dijadwalkan sakan sampiakan laporan keuangnya pada esok pagi setelah bursa saham tutup.

Federal Reserve pada dini hari esok pagi pukul 2 p.m ET akan merelis FOMC minutes yang merupakan detail kesimpulan dari pertemuan terakhir FED. Pada pertemuan FED terbaru, bank sentral Amerika tersebut masih pertahnkan tingkat suku bunga tanpa kenaikan. Terkait rencana kenaikan tingkat suku bunga FED, para investor menaruh harapan untuk peroleh informasi yang lebih banyak mengenai seberapa besar tingkat suku bunga akan alami kenaikan pada tahun ini, dan FOMC minutes akan menjadi salah satu sumber informasi tersebut.

Departemen perdagangan Amerika pada malam hari ini dijadwalkan akan sampaikan data new home seles untuk periode April yang rilis pada 10:00 a.mET. Berdasarkan data sebelumnya untuk periode Maret, New Home Seles tunjukkan kenaikan mencapai level tertinggi dalam empat bulan.