StrategyDesk (Rabu, 30 Mei 2018)
Bursa saham untuk wilayah Asia, pada hari Rabu ini kembali alami tekanan turun. Krisis politik di Italia berikan pengaruh negatif bagi pasar investasi hari ini. Akibat krisis politik tersebut, nilai tukar euro terlihat alami penurunan hingga mencapai level terendahnya dalam 10 bulan, dan juga mengakibatkan kenaikan terhadap biaya kredit di negara tersebut. Para investor di Itali akibat krisis tersebut juga terlihat mulai alihkan investasi mereka pada asset-asset “safe-haven”, seperti surat hutang pemerintah Amerika.

Indek MSCI Asia-Pacific yang menjadi acuan pergerakan bursa saham Asia di luar Jepang tunjukkan penurunan sebesar 1,5 persen. Sementara itu indek Nikkei Jepang alami tekanan jual hingga mencapai penurunan sebesar 1,9 persen dan menyentuh level terendahnya dalam enam minggu terakhir. Bursa saham China juga terlihat alami penurunan, dimana Indek Shanghai Composite alami penurunan sebesar 1,8 persen. Kospi Kore Selatan juga terlihat alami penurunan sebesar 2 persen. Indek acuan saham Australia, S&P/ASX 200 pada hari ini juga terlihat alami penurunan sebesar 0,6 persen.

Penurunan yang terjadi pada bursa saham Asia hari ini merupakan kelanjutan penurunan besar pada Wall Street Selasa malam kemarin, dimana Dow Jones Industrial Average alami penurunan sebesar 1,6 persen, S&P 500 turun 1,2 persen dan Nasdaq Composite turun 0,5 persen. Pada penurunan tersebut, sektor finansial menjadi sektor dengan penurunan paling besar.

Terkait krisis politik yang terjadi di Italia, para investor menaruh kekhawatiran yang cukup besar terhadap “pemilihan umum ulang” yang akan terjadi pada negara ekonomi terbesar nomor tiga zona-euro tersebut yang akan berlangsung paling cepat pada Juli mendatang akan menjadi referendum de-facto pada keanggotan Itali di zona-euro dan Uni Eropa.

Selain sentimen negatif dari krisis politik di Italia, saat ini di Asia, perhatian para pelaku pasar juga tertuju pada kebijakan politik luar negaeri Amerika-Kore Utara dan Amerika-China.

Berdasarkan berita terbaru, pada hari Selasa kemarin pejabat tinggi Korea Utara lakukan kunjungan pertemuan dengan menteri dalam negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, indikasi terbaru tunjukkan bahwa pertemuan antara Presiden Donal Trump dan pemimpin Kore Utara Kim Jong Un kemungkinan besar akan terlaksana bulan depan.

Disisi lain, ketegangan perdagangan antara China dan Amerika menambah tekanan bagi pergerakan pasar. Dalam pernyataannya yang disampaikan oleh Amerika pada Selasa kemarin dikatakan bahwa Amerika akan terus lakukan tekanan agar keinginan mereka dikabulkan oleh China.

Harga acuab minyak metah juga terlihat alami tekanan akibat adanya perkiraan yang menyatakan Saudi Arabia dan Russia akan meningkatkan output produksi mereka guna menutupi kekurangan suplai minyak mentah dari Venezuela dan Iran.

Kontrak berjangka minyak mentah terlihat alami penurunan sebesar 0,4 persen menjadi $66,46 per barrel.

By |2018-05-30T13:35:23+00:00May 30th, 2018|Bisnis & Ekonomi|0 Comments

Leave A Comment