Perang Perdagangan Amerika-China Menjadi Sentimen Utama Bursa Asia

//Perang Perdagangan Amerika-China Menjadi Sentimen Utama Bursa Asia

Perang Perdagangan Amerika-China Menjadi Sentimen Utama Bursa Asia

Soegee Futures–Bursa saham Asia terlihat bertahan dari penurunannya pada hari Rabu ini, sedangkan disisi lain, mata uang Yuan China terlihat alami tekanan turun mencapai level harga terendahnya dalam 11 bulan terakhir. Dengan semakin dekatnya batas waktu dimana Amerika berencana untuk kembali gunakan kebijakan tarif bagi produk impor dari China dengan nilai milliaran dollar berikan kekhawatiran bagi para investor.

Indek MSCI Asia-Pacific yang mengukur pergerakan saham Asia di luar Jepang alami kenaikan sebesar 0,1 persen pada awal pembukaan pagi hari ini. Sehari sebelumnya indek tersebut sempat menyentuh level harga terendahnya dalam sembilan bulan terakhir. Sedangkan indek Nikkei Jepang pada pagi hari ini terlihat alami penurunan sebesar 0,5 persen.

Sebelumnya pada penutupan hari Selasa, Wall Street alami penurunan, walaupun pada awal pembukaanya sempat alami kenaikan. Wall Street pada Selasa kemarin di tutup lebih awal memperingati hari Kemerdekaan Amerika. Sektor yang menjadi sorotan pada hari Selasa kemarin adalah sektor teknologi, dimana sektor tersebut alami tekanan turun. Sebelumnya pada hari Senin minggu ini, sektor teknologi sempat peroleh perhatian karena alami kenaikan.

S&P 500 pada Selasa kemarin terlihat alami penurunan sebesar 0,49 persen. Sedangkan Nasdaq Composite alami penurunan sebesar 0,86 persen.

Saham Facebook alami penurunan sebesar 2,3 persen. Penurunan tersebut terjadi setelah Washington Post melaporkan bahwa pemeriksaan terkait kebocoran data Facebook oleh Cambridge Analytic akan diperluas.

Perusahan-perusahaan teknologi, khususnya perusahaan produsen Chips komputer alami penurunan setelah adanya berita yang menyebutkan bahwa pemerintah China membekukan penjualan perusahaan produsen Chips komputer Amerika di China. Keputusan China tersebut dinilai sebagai bagian dari reaksi mereka terhadap kebijakan Amerika terkait perdagangan internasional.

Akibat kebijakan China tersebut banyak investor yang menaruh rasa khawatir bahwa Amerika juga akan keluarkan kebijakan baru mereka terhadap barang impor dari China. Pada 6 Juli mendatang, Amerika telah menjadikan batas waktu bagi dimulainya kenaikan tarif import terhadap produk-produk China senilai $34 milliar.

Untuk pasar mata uang, Yuan China terlihat alami tekanan. Pada awal perdagangan pagi hari ini, Yuan China alami penurunan hingga mencapai level harga 6,6715 per dollar. Sebelumnya pada hari Selasa, nilai Yuan telah alami penurunan hingga mencapai level harga terendahnya dalam 11 bulan terakhir pada 6,7344. Mulai dijalankannya strategi kebijakan moneter oleh bank sentral China menjadi penyebab utama penurunan tersebut.

Gubernur PBOC, Yi Gang dalam laporannya yang dirilis hari Selasa kemarin menyatakan bahwa bank sentral akan berikan perhatian khusus terhadap pergerakan pasar mata uang asing dan berjanji akan pertahankan Yuan agar tetap berada pada level harga yang stabil dan terbaik.

Perang perdagangan antara Amerika dan rekan perdagangannya termasuk China diantaranya menjadi penyebab utama ketidak stabilan pergerakan pasar mata uang dunia.

Disisi lain, harga minyak mentah kembali terlihat alami kenaikan. Adanya penurunan yang lebih besar dari perkiraan terhadap data cadangan minyak mentah Amerika yang dirilis oleh American Petroleum Institute menjadi alasan utama kenaikan tersebut.

Kontrak berjangka minyak mentah Amerika pada hari ini alami kenaikan sebesar 0,6 persen menjadi $74,62 per barrel. Sebelumnya pada hari Selasa kemarin, harga minyak mentah sempat berada diatas level harga $75 yang merupakan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir.

Sedangkan kontrak minyak mentah Brent cenderung bergerak flat pada hari ini pada $77,77.

Disisi lain, harga acuan tembaga alami tekanan turun dan menyentuh level harga terendahnya dalam sembilan bulan pada Selasa kemarin. Kekhawatiran akan adanya perlambatan pertumbuhan permintaan tembaga dunia akibat perang perdagangan Amerika menjadi penyebab utama penurunan tersebut. Untuk hari ini, tembaga diperdagangakan pada $6,521 alami kenaikan sebesar 0,5 persen, hanya sedikit pulih dari harga hari Selasa kemarin pada $6,490.

By |2018-07-21T22:02:39+00:00July 4th, 2018|Analisa|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment