Soegee Futures — Dollar Amerika terlihat alami penurunan pada hari Senin, setelah sebelumnya sempat alami kenaikan pada minggu lalu dengan kenaikan terbesar untuk periode mingguan dalam sebulan terakhir. Kenaikan nilai tukar dollar Amerika tersebut merupakan yang tertinggi sejak awal 2017. Kondisi ekonomi Amerika saat ini yang dinilai alami pertumbuhan dikhawatirkan akibat adanya sejumlah kejadian termasuk diantaranya adalah perang perdagangan membuat para pelaku pasar tidak terlalu yakon terhadap outlook ekonomi kedepannya.

Terhadap mata uang utama dunia lainnya, nilai tukar dollar alami penurunan sebesar 0,2 persen menjadi 94,60. Sebelumnya pada minggu lalu, nilai tukar dollar alami kenaikan sebesar 0,7 persen dan merupakan kenaikan periode mingguan terbesar sejak pertengahan Juni.

Pada awal perdagangan bursa London hari Senin ini, nilai tukar euro terlihat alami kenaikan sebesar 0,1 persen menjadi $1,1698. Sebelumnya pada minggu lalu nilai tukar euro sempat alami penurunan setengah persen.

Walaupun pada hari ini nilai tukar dollar Amerika terlihat alami penurunan, dinyal bullish masih terlihat cukup besar bagi mata uang ini, sehingga peluang untuk terjadinya kenaikan kembali masih cukup besar.

Adanya penguatan data-data ekonomi Amerika pada kuartal kedua tahun ini dan ditambah juga adanya perlindungan perdagangan dalam negeri membuat nilai tukar dollar alami kenaikan sebesar 6 persen dalam tiga bulan terakhir.

Adanya resiko yang timbul terkait konflik perdagangan dan perlambatan data-data ekonomi China membuat nilai dollar terus peroleh dukungan untuk lanjutkan kenaikannya. Adanya pelemahan mata uang Asia, Euro, dan Swiss franc juga ikut berikan dukungan bagi kenaikan dollar Amerika.

Ekonomi China yang alami perlambatan pertumbuhan pada kuartal kedua tahun ini, sebagian disebabkan karena pemerintah China lebih cenderung berusaha untuk mengurangi aktivitas hutang dan sebagian lagi disebabkan oleh adanya pengaruh dari perang perdagangan dengan Amerika.

Dollar Australia pada hari ini juga terlihat alami kenaikan, dengan besar kenaikan 0,2 persen menjadi 0,7433 sen per dollar Amerika.

Secara keseluruhan untuk pasar mata uang pasa sesi perdagangan Asia hari ini memiliki volume yang rendah, kondisi tersebut diakibatkan oleh adanya libur di Jepang.

Untuk minggu ini terkait pergerakan pasar mata uang, aktivitas bank sentral Amerika perlu untuk diwaspadai. Pada minggu ini ketua FED Jerome Powell dijadwalkan akan sampaikan testimoni laporan tengah tahun terkait perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter didepan Senate Banking Committee pada hari Selasa.

By |2018-07-16T15:37:05+00:00July 16th, 2018|Laporan Pasar|0 Comments

Leave A Comment