Soegee Futures — Harga minyak mentah alami penurunan pada hari Senin ini, mulai membaiknya suplai minyak mentah dan kondisi pelabuhan pengapalan minyak mentah di Libya yang tunjukkan peningkatan aktivitas menjadi alasan utama penurunan tersebut. Selain itu para pelaku pasar juga melihat akan adanya potensi peningkatan suplai minyak mentah dari Russia dan negara-negara produsen minyak mentah lainnya.

Minyak mentah jenis Brent alami penurunan harga, yang ditunjukkan oleh penurunan harga kontrak berjangkanya sebesar 66 sen atau 0,9 persen menjadi $74,67 per barrel pada pukul 6:45 GMT.

Kontrak berjangka minyak mentah Amerika, West Texas Intermediate juga terlihat alami penurunan, dengan penurunan sebesar 57 sen atau 0,8 persen menjadi $70,45 per barrel.

Sebelumnya pada Jum’at minggu lalu terganggunya suplai minyak mentah di Libia dan ketegangan di Norwegia dan Irak membuat harga minyak mentah alami kenaikan, walaupun sebenarnya secara keseluruhan harga minyak mentah alami pergerakan turun dalam dua minggu terakhir.

Fokus pasar saat ini telah beralih menuju adanya peluang kenaikan suplai minyak mentah, walaupun demonstrasi pekerja perusahaan minyak dan gas di Norwegia telah memasuki hari ke-6.

Pertemuan Presiden Trump dan Presiden Russia Vladimir Putin di Helsinki pada hari Senin juga diyakini akan membicarakan mengenai minyak mentah. Trump sejauh ini terlihat cukup vokal membicarakan ketidak puasannya terhadap harga minyak mentah yang dinilai cukup tinggi dimana ia sempat meminta OPEC untuk menurunkan harga minyak mentah dengan meningkatkan produksi mereka.

Pada Jum’at minggu lalu Menteri Energi Russia Alexander Novak juga menyatakan bahwa Russia dan produsen minyak mentah lainnya kemungkinan besar akan meningkatkan output produksi mereka guna mengendalikan harga minyak mentah dunia.

Tetapi disisi lain, walaupun Trump terlihat vokal meminta peningkatan kuota produksi, namun di Amerika sendisi jumlah sumur minyak yang beroperasi tidak alami perubahan tetap berada pada 863 sumur.