Soegee Futures — Pernyataan Presiden Donald Trump terhadap Federal Reserve yang memicu terjadinya penurunan nilai tukar dollar Amerika saat ini masih menjadi topik pembicaraan penting bagi para investor. Para investor saat ini masih menduga duga pengaruh dari pernyataan tersebut terhadap kebijakan FED kedepannya dan pengaruhnya terhadap pasar.

Sebelumnya pada hari Kamis kemarin, Trump sampaikan pernyataan kepada CNBC bahwa dia “tidak senang” dengan FED karena bank sentral tersebut keluarkan kebijakan kenaikan tingkat suku bunga.

Pernyataan Trump tersebut pagi para investor di Amerika merupakan tindakan diluar kebiasaan, karena tradisi kebijakan ekonomi di Amerika, Presiden mereka selama ini cenderung untuk menghindari kritik kepada FED, yang dimaksudkan agar FED sebagai pemegang kebijakan moneter dapat lakukan pengambilan keputusan dengan bebas tanpa adanya desakan politik dari manapun.

Dalam pernyataannya kepada CNBC tersebut Trump menyatakan bahwa ia menaruh kekhawatiran besar jika kebijakan kenaikan tingkat suku bunga yang dilakukan oleh FED akan menjadi penghambat bagi upaya pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Disisi lain, ketua FED yang baru, Jerome Powell merupakan orang yang dipilih oleh Trump sebagai orang nomor satu FED.

Untuk berita perkembangan mengenai laporan earning perusahaan, pada malam hari ini, sebelum bursa saham dibuka akan ada laporan keuangan dari sejumlah perusahaan raksasa Amerika, termasuk diantaranya adalah General Electric (GE), Baker Hughes, Honeywell, SunTrust Banks.

Terkait penurunan harga saham GE dalam beberapa waktu terakhir, sebenarnya bukan disebabkan oleh keputusan perusahaan untuk lakukan “split” bisnis mereka, tetapi lebih disebabkan oleh masih adanya informasi terkait bisnis bermasalah perusahaan yaitu power dan banking yang dinilai tidak transparant terhadap para investor.

Masih seputar berita earning, harga saham Microsoft diperkirakan akan alami kenaikan sebesar 4 persen pada pembukaannya. Kenaikan tersebut didukung oleh laporan keuangan perusahaan yang rislis pada pagi hari ini.
Microsoft laporkan adanya penjualan senilai $110 milliar pada periode kuartalan yang berakhir pada Juni. Hasil tersebut alami kenaikan sebesar 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. CEO Satya Nadell menyatakan bahwa hasil tersebut merupakan bentuk dari keberhasilan perusahaan dalam memasuki bisnis “Cloud” yang lebih awal dibandingkan pesaing.

Microsoft dalam beberapa waktu terakhir lakukan perubahan besar pada internal perusahaan dengan lebih memprioritaskan bisnis “cloud” bahkan dibandingkan bisnis Windows mereka.

Berita lainnya yang tidak kalah pentingnya datang dari sektor farmasi. Saat ini fokus perhatian pasar akan tertuju pada perusahaan raksasa farmasi, khususnya setelah Merck juga terkena aturan pembatasan kenaikan harga obat-obatan yang di jual di Amerika. Sebelumnya Pfizer dan Novartis telah lebih dulu terkena aturan tersebut.

Merck menyatakan bahwa mereka telah lakukan pemotongan harga Zepatier, yang merupakan obat Hepatitis C sebesar 60 persen dan juga menurunkan harga jual sebanyak 6 jenis obat-obatan lainnya sebesar 10 persen.

Perusahaan tersebut juga menyatakan tidak akan menaikkan harga rata-rata obat-obatan yang mereka jual ditengah inflasi yang alami peningkatan di Amerika dan saat ini mereka sedang lakukan evaluasi untuk mencari adanya peluang untuk pemotongan biaya.

Sampai dengan sore hari ini, indek acuan saham berjangka Amerika terlihat cenderung bergerak mix setelah pada perdagangan Kamis kemarin alami penurunan.

Bursa saham Eropa juga terlihat tidak terlalu banyak alami pergerakan.

Sedangkan bursa saham Asia pada hari ini ditutup dengan alami kenaikan. Shanghai Composite alami kenaikan sebesar 2 persen.

By |2018-07-20T17:29:55+00:00July 20th, 2018|Analisa|0 Comments

Leave A Comment