JP Morgan pada hari Jum’at minggu lalu menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam S&P 500 akan lakukan buyback saham pada tahun 2018 dengan nilai total akan mencapai $800 milliar, didukung oleh keringanan pajak, laporan keuangan yang baik dan jumlah uang tunai yang cukup besar yang dimiliki perusahaan-perusahaan tersebut.

Perkiraan tersebut disampaikan oleh JP Morgan dalam sebuah laporan yang dibuat analis mereka, yaitu Dubravoko Lakos-Bujas. Dalam laporan tersebut juga dikatakan bahwa hingga hari ini sudah ada senilai $151 milliar alokasi dana “buyback” yang telah disampaikan oleh perusahaan komponen S&P 500.

JP Morgan dalam laporannya menyatakan bahwa kebijakan “buyback” saham akan berikan dukungan bagi saham yang mana adanya kebijakan tersebut akan membuat para investor untuk berani ambil keputusan lakukan pembelian saham di harga rendah. Analis perkirakan adanya kombinasi meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan penurunan pajak akan berikan kontribusi dana “buyback” sebesar $100 milliar.

Dalam laporannya tersebut JP Morgan juga menuliskan daftar 50 perusahaan S&P 500 yang memiliki peluang cukup besar untuk lakukan “buyback” saham. Kriteria yang digunakan dalam menentukan daftar tersebut ada lima, yaitu jumlah dana tunai, pertumbuhan pendapatan bersih dalam dua tahun kedepan, kebijakan “buyback” saham yang dikeluarkan dalam 12 bulan sebelumnya, “jumlah “buyback” yang dimaterialisasikan dalam 12 bulan sebelumnya, dan kapitalisasi pasar dengan nilai lebih dari $20 milliar.

Beberapa saham yang termasuk dalam daftar JP Morgan diantaranya adalah Boeing Co, Coca Cola co, Procter & Gamble Co, Johnson & Johnson, Citigroup Inc, American Express Co, Goldman Sachs Group Inc, Microsoft Corp, Apple Inc, Cisco Systems Inc, dan Intel Corp.