Awal dari kenaikan (bullish) akibat sentimen dovish putusan The Fed? Meskipun Janet Yellen menaikkan suku dan merilis ‘the Dot Plot‘  untuk memastikan kenaikan suku bunga dua kali lagi di tahun 2017, Dolar jatuh terhadap mata uang utama dunia lainnya, menuju tingkat terendah sejak 8 Februari. Uptrend yang dimulai pada bulan Mei sepertinya  tergantung pada area indeks dollar di 99 dan besar kemungkinan aksi jual USD akan berlanjut, bila ada closing daily dibawah area tersebut.

Hal itu terungkap pada hari Jumat sore akhir pekan lalu melalui the Commitment of Traders report dari CFTC bahwa banyak lembaga-lembaga keuangan yang mengambil posisi short di pasar berjangka Eurodolar, sebuah pertaruhan dimana  posisi short tersebut terus  meningkat di London Interbank Offer Rate yang didasarkan pada biaya pendanaan berbasis USD. Oleh karena itu, Eurodollar dalam posisi short, yang para analis menilai suatu sikap perdagangan hawkish yang gagal. Kegagalan itu terutama disebabkan oleh; Fed tidak mampu mengangkat harapan pasar akan status USD dalam kebijakan fiskal AS serta “ketahanan dan kepastian” dalam pendanaan yang berbasis USD, ditambah lagi salah satu anggota The Fed, Neel Kashkari, memilih untuk tidak menaikkan tarif, kemungkinan “keraguan” ada didalam tubuh The Fed.

Seperti yang sudah diutarakan diatas support kuat ada di area 99,23( DXY), area terendah di bulan Februari lalu dan sedikit lebih tinggi 1% Senin sore. Kenaikan EUR (57,6%), yang sepenuhnya mungkin untuk menaikkan spread 10-Yr yield US/Jerman yang terus mengecil dalam 3-bulan terakhir. Area resistance di 101,01, area terendah di bulan 13 Maret. Closing daily di atas 101,01 akan menunjukkan adanya tumpang tindih dari downtrend dengan pelemahan EUR. Namun, bila gagal menembus area resistance itupun berbaliknya arah masih terbatas, resiko pun otomatis akan dibatasi sampai kejelasan fundamental diatas didapat dari otoritas yang berwenang terutama The Fed.